Serba-serbi Spotify Wrapped, dari Evolusi Selama 1 Dekade hingga Analisis Psikologi di Baliknya

Mengapa pengguna begitu menunggu-nunggu kemunculan Spotify Wrapped?

Diterbitkan 05 Desember 2024, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Data-data yang disajikan Wrapped, juga dinilai membuat pengguna bisa merasa bahwa diri mereka unik dibandingkan pengguna Spotify yang lain. "Dan ini belum pernah dilakukan di musik sebelumnya,” kata dia.

Sementara itu Kelvin (Shiu Fung) Wong, Dosen Senior Psikologi Klinis, Universitas Teknologi Swinburne, menilai Wrapped juga menjadi salah satu cara pengguna dalam merefleksikan diri.

“Musik adalah salah satu media unik yang bisa menjadi cerminan atas apa yang kita alami (seperti patah hati) dan apa yang kita rasakan (kesedihan dan kerinduan). Jadi, ketika kita melihat daftar tahunan tentang artis, genre, dan lagu teratas, rasanya seperti melihat ke cermin yang memberi tahu kita tentang apa saja yang kita alami sepanjang tahun,” tuturnya dalam artikel di The Conversation.

Bikin Pesaing FOMO

Kesuksesan Spotify Wrapped tampaknya bikin platform sejenis FOMO, alias takut ketinggalan. Satu demi satu pesaing mulai mengelurkan Wrapped versi mereka sendiri.

Tahun 2019, Apple Music merilis fitur “Replay” dan setahun setelahnya Tidal meluncurkan “My Rewind.” Tahun 2020 pun YouTube Music meluncurkan Your Music Journey.

Akankah ada yang meraih kesuksesan sebesar Spotify Wrapped? Kita lihat saja.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan