Krisdayanti: Saya dan Raul saat Pillow Talk Juga Ngomongin Politik

Setelah menuntaskan satu periode berkantor di Senayan, kini KD menatap tantangan berikutnya dengan menjadi calon Wali Kota Batu pada Pilkada 2024.

Diterbitkan 31 Oktober 2024, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Krisdayanti atau KD dikenal sebagai salah satu diva Indonesia. Dia termasuk penyanyi yang awet bertengger di jajaran artis top Indonesia. Bakatnya sebagai seorang entertainer sudah tampak sejak berusia belia. Masa remaja wanita kelahiran Batu, Jawa Timur, 24 Maret 1975 ini sudah sarat diwarnai kegiatan bernyanyi maupun beraksi di depan kamera.

Lahir dari pasangan Trenggono yang keturunan Jawa Timur dan Rachma Widadiningsih yang berdarah Belanda-Madura, sosok yang belakangan karib disapa KD ini memiliki seorang kakak bernama Yuni Shara yang juga seorang penyanyi, serta seorang adik perempuan berlainan ayah, Kartika Sari.

KD dibesarkan dalam keluarga yang kurang mampu dan kedua orangtuanya bercerai saat ia masih berusia dua tahun. Karena tidak punya penghasilan tetap, mereka sekeluarga tinggal di rumah sang nenek sampai ia duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar.

Darah seni KD didapat dari ayahnya yang seorang pelukis dan seniman keroncong. Semua keluarga dari pihak ibunya juga mahir menyanyi, kecuali ibunya sendiri. Paman-paman Krisdayanti ada yang menjadi penyanyi gereja dan ada pula yang menyanyi di orkes di kampungnya.

Bersama sang kakak Yuni Shara, KD sudah kerap tampil bernyanyi dan menari sejak kecil. Karena kelincahannya saat bernyanyi, orang-orang di kampungnya menyebut KD seperti boneka India. Ia juga sering menjuarai berbagai lomba bernyanyi pada saat itu.

Pada 1984, KD dibawa ibunya hijrah ke Jakarta dengan modal Rp350.000 dari hasil patungan keluarga. Mereka kemudian menyewa rumah petak di sebuah gang sempit di Tebet, Jakarta Selatan. Untuk membiayai kehidupan mereka di Jakarta, ibunya bekerja di sebuah salon ditambah beberapa pekerjaan sampingan.

KD kemudian dimasukkan ke Sanggar Merah Putih pimpinan Toto Sugiarno. Dari sanggar tersebut Krisdayanti mendapat banyak kesempatan menyanyi. Ia antara lain mengisi suara di film anak-anak Megaloman saat masih berusia sembilan tahun dan menerima honor pertamanya sebesar Rp15.000.

Ketika berusia 12 tahun, KD membuat album solo berjudul Biasa Saja bersama perusahaan rekaman kecil bernama Gembala Record. Ia juga tercatat merilis album Burung-burung Malam ketika masih duduk di bangku SMP. Album ini dirilis pada 1987 juga di bawah perusahaan rekaman Gembala Record.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Di kancah nasional, potensi KD mulai muncul saat ia terpilih sebagai Gadis Sampul 1991. Popularitasnya meroket ketika ia menyabet gelar juara di sebuah ajang pencarian bakat bertitel Asia Bagus pada 1992. Berbekal trofi di kompetisi bergengsi ini, KD merilis single pertamanya berjudul Pony Canyon yang beredar di Singapura dan Jepang. Sejak itu, kiprahnya di dunia tarik suara kian mencorong. Tiga tahun kemudian, pada 1995, KD meluncurkan album profesionalnya yang pertama bertajuk Terserah. Tidak hanya album solo, di tahun 1996 bersama Anang Hermansyah, ia meluncurkan album duet Hanya Tuhan yang dijadikan cinderamata di pernikahan mereka. Setelah menikah dengan Anang pada 22 Agustus 1996, karier KD semakin menanjak. Selain di dunia tarik suara, KD juga bersinar di dunia akting sepanjang tahun 1996 hingga 2003. Debutnya dimulai ketika menjadi pemeran utama sinetron Saat Memberi dan Menerima di RCTI pada 2006. Setelah itu dia membintangi berbagai judul sinetron lain di berbagai stasiun TV. Di tahun 2006, KD bersama beberapa aktris dan aktor ternama lain merambah ke layar lebar dengan membintangi sebuah film berjudul Jatuh Cinta Lagi. KD pernah menggelar tiga konser tunggal, masing-masing pada tahun 2001, 2004 dan 2005. Bahkan, sepanjang 2004, ia mengelar delapan konser di berbagai tempat, termasuk di luar negeri. Segudang pencapaian dan prestasi itu pernah membuat Majalah SWA menahbiskan KD sebagai artis termahal di Indonesia. Berbagai penghargaan pun seperti berlomba-lomba dianugerahkan kepadanya, baik dari berbagai media maupun Lembaga dalam negeri serta mancanegara. Pada 2006, bersama Ruth Sahanaya dan Titi DJ, KD membentuk sebuah grup trio vokal yang mereka namai 3DIVA. Namun, pada akhir 2007 ketiga diva ini retak hubungan kerja dengan dua partner mereka: Erwin Gutawa sebagai penata musik dan Jay Subiyakto selaku penata artistik. Maka di tahun 2008, 3DIVA pun berganti nama menjadi DI3VA, seiring hengkangnya Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto. Memperingati 12 tahun pernikahan, pada akhir 2008 Anang dan KD kembali merilis album duet berjudul Selusin. Meski mencatat sukses lumayan, album ini tak sanggup mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. Pada 22 Oktober 2009, Anang resmi menceraikan KD. Setelah menyandang status janda, KD tetap berkarya. November 2009, ia merilis single-nya dengan judul Kamu di Hatiku Selamanya ciptaan Maia Estianty. KD menyatakan single ini merupakan awal hidupnya yang baru. Dua tahun kemudian, Krisdayanti menikah dengan Raul Lemos pada tanggal 20 Maret 2011. Pernikahan tersebut dikaruniai seorang putri bernama Ariannha Amora Lemos dan seorang putera Kellen Alexander Lemos. Saat menjalani hidup barunya ini, Krisdayanti sempat menyatakan ia siap meninggalkan dunia hiburan dan menetap di Timor Leste sebagai seorang ibu rumah tangga. Namun, rencana meninggalkan dunia hiburan bukan berarti KD tak menerima tawaran dari bidang lain. Buktinya, KD nyaris terjun ke dunia politik saat dikabarkan menjadi calon legislatif dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada Pemilu 2014. Keinginan itu baru terwujud Ketika KD menyatakan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) pada Pemilu 2019 dari PDIP. Ia mewakili daerah kelahirannya yaitu Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur V yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Berdasarkan hasil rekapitulasi pemilu legislatif yang dilakukan KPU Jawa Timur pada 14 Mei 2019, Krisdayanti berhasil terpilih sebagai anggota DPR-RI periode 2019-2024 dengan mengumpulkan 132.131 suara sah. Setelah menuntaskan satu periode berkantor di Senayan, kini KD menatap tantangan berikutnya dengan menjadi calon Wali Kota Batu pada Pilkada 2024 berpasangan dengan Kresna Dewana Phrosak yang didukung PDIP dan Nasdem. Lantas, apa yang akan dilakukan KD jika nanti terpilih sebagai wali kota di kampung halamannya? Berikut petikan wawancara KD dengan Wayan Diananto dalam program Bincang Liputan6.

Halaman
Show All
RinaldoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan