Sukses

Battle Round The Voice Indonesia, antara Kawan atau Lawan

Menyajikan format berbeda dengan ajang pencarian bakat lain melalui Blind Audition, Battle Round, dan Live Show The Voice hadirkan inovasi. Dengan tagline Close Your Eyes and Open Your Ears, hal ini benar-benar diterapkan pada Blind Audition.

Di babak ini, para coach membelakangi peserta, membuat para coach harus benar-benar membuka telinga. Mengambil 14 hingga 15 peserta didik, setiap coach nantinya akan mengadu `anak asuhnya` melalui duet atau trio.

Keunikan terjadi pada Battle Round. Setiap tim penyanyi akan dibimbing dan dikembangkan oleh pelatih mereka. Pada tahap kedua ini, pelatih akan memilih dua anggota untuk adu kebolehan mereka terhadap satu sama lain dengan menyanyikan lagu yang sama dalam satu panggung. Pada Akhirnya pelatih yang memilih anggota tim akan maju ke tahap berikutnya.

Latihan bersama sebelum babak Battle Round tak membuat kemungkinan terjadi kedekatan antara peserta yang akan tampil. Dengan intesitas latihan yang diberikan, peserta pun dapat mengenal satu sama lain. Misal seperti trio Saud Purba Siboro, Desy Agustina dan Tito Triandi. Meskipun bersaing namun mereka sangat kompak hingga ingin membentuk sebuah trio di luar The Voice Indonesia.

Namun pada akhirnya Desy harus rela melangkah ke babak selanjutnya dengan kehilangan dua rekanya sekaligus. Bukan hanya Desy, pasangan Monika Yulianti dan Agnes Olivia pun merasakan hal yang sama.

Kedekatan yang mereka bangun pada akhirnya harus kandas di atas panggung Battle Round. Dengan berhasil melangkahnya Monika ke babak selanjutnya, artinya ia harus rela kehilangan lawan sekaligus sahabatnya selama Battle Round. "Bukannya aku nggak senang menang, tapi masa aku harus senang diatas penderitaan orang lain?” ungkap Monika di Jakarta (11/4/2013).

Mengutip dari salah satu peserta The Voice Indonesia, Ferdinand Pardosi, "Kita bersahabat, tapi sekaligus saling serang."(Yud/Asw).