Suka Duka di Battle Round 3 The Voice Indonesia

The Voice Indonesia memiliki cerita tersendiri bagi setiap peserta. Meskipun babak Battle Round ke 3 telah berakhir, namun masih ada serpihan kenangan yang tertinggal di The Voice Indonesia.

Diterbitkan 10 April 2013, 22:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
The Voice Indonesia memiliki cerita tersendiri bagi setiap peserta. Meskipun babak Battle Round ke 3 telah berakhir, namun masih ada serpihan kenangan yang tertinggal di The Voice Indonesia.

Monika Yulianti misalnya. Ia merasa tak senang ketika dirinya lolos ke babak selanjutnya. Baginya, lolos berarti senang di atas penderitaan orang lain. Atau Desy yang harus kehilangan dua orang teman sekaligus karena menjadi lawan di babak Battle Round.

Ada pula hubungan antara coach dan anak didik yang menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Giring. "Abdi mengajarkan untuk tampil secara effortless sedangkan Luise mengajarkan untuk selalu berkarya," Ungkap Giring di Jakarta, (10/4/2013).

Masih ada lagi. Ferdinand Pardosi, ia harus banyak menelan air dua hingga tiga menit menjelang tampil. "Tiba- tiba kerongkongan kering seperti habis lari dua kilo," ucap Ferdinand.

Grevi dan Karina pun memiliki cerita. Tampil kurang memuaskan, mereka mengecewakan keempat mentor. Namun, berkat usaha keras, Grevi lolos ke babak selanjutnya setelah Giring memilihnya.

Namun, apapun yang terjadi, mereka telah berusaha memberikan penampilan yang terbaik. Mengutip perkataan Glenn Fredly pada Battle Round lalu: "Ini bukan merupakan menang atau kalah, tapi soal kesempatan."(Yud/Asw)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Jumlah Penonton Toy Story 5 Tembus 1 Juta di Indonesia, Film Cerita Lila 500 Ribuan

Rizkyan Adiyudha, aswTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan