It Lives Inside: Film Horor Cerdas yang Kental Unsur Budaya dan Penuh Pesan Moral, Simak Sinopsis dan Ulasannya

Resensi film It Lives Inside yang tayang di bioskop tanah air mulai 20 Oktober 2023

Diterbitkan 19 Oktober 2023, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Film garapan sutradara Bishal Dutta, It Lives Inside mulai tayang di bioskop tanah air pada Jumat (20/10/2023). Film yang mengusung genre horor, thriller dan drama ini sebelumnya sudah rilis pada 22 September lalu dan tayang perdana di Festival Film South by Southwest 2023.

Meskipun menjadi salah satu film horor keluaran Amerika namun cerita didalamnya akan berfokus dengan kehidupan para imigran asal India. Karakter utama dalam film ini bernama Samidha, seorang remaja India – Amerika.

Film akan menawarkan sesuatu yang berbeda dengan membawa nilai-nilai budaya India yang kental di tengah modernisme masyarakat Amerika. Hal ini akan digambarkan melalui sudut pandang Samidha terutama di lingkungan sekolahnya.

Bagi yang penasaran, yuk simak dulu resensi film It Lives Inside di bawah ini.

Menolak Sikap Konservatif

Meskipun tinggal di Amerika, Ibu Sam yaitu Poorna masih berpegang teguh dengan budaya India dan ajaran agama Hindu. Hal itu terlihat dalam beberapa adegan seperti ketika ia menegur Sam agar tidak bersiul karena dianggap bisa mengundang setan dan melarang Sam pergi keluar bersama teman-temannya di Hari Puja.

Sikap ibunya itu membuat Sam kesal. Sebagai seorang remaja yang memiliki kehidupan di Amerika, Sam seolah ingin membongkar nilai-nilai tradisional semacam itu dari dalam dirinya.

 

Krisis Identitas Budaya

Menjadi imigran membuat Sam seperti kehilangan identitas budaya. Meski ia seorang India namun lingkungan sosialnya di Amerika telah membentuk karakter baru Sam. Ia tidak ingin dianggap berbeda hanya karena minoritas. Sebab itu, ia berusaha menyesuaikan diri dengan teman-temannya yang merupakan penduduk asli. Ia juga menjauh dari Tamira, teman masa kecilnya yang sama-sama orang India.

Sam bahkan menolak berdialog dengan Bahasa Hindi saat di rumah. Ia lebih suka menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, ia tak senang dipanggil dengan nama aslinya Samidha dan memilih dipanggil Sam.

Menghilangnya Tamira

Tamira semakin bersikap aneh sehingga menjadi perbincangan buruk di sekolah. Gadis itu tidak bergaul dengan anak-anak lain dan selalu memasang wajah lelah sambil memegang toples yang tak seorang pun tahu apa isinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Suatu hari, Tamira memberanikan diri menghampiri Sam dan menceritakan masalahnya. Namun itu justru membuat Sam kesal karena menganggap Tamira mengada-ada. Ia pun tak  sengaja memecahkan toples Tamira. Sejak saat itu petaka pun dimulai. Tamira menghilang secara tiba-tiba dan Sam terus dihantui mimpi-mimpi buruk.

Halaman
Show All
Vera Utami, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan