6 Fakta Film Para Betina Pengikut Iblis, Berawal Rako Prijanto Lihat Makhluk Astral dan Inspirasi 3 Surat Al Quran

Film Para Betina Pengikut Iblis yang diproduksi Falcon Black adalah karya Rako Prijanto. Hanggini, Sara Fajira, dan Mawar de Jongh jadi pemeran utama.

Diterbitkan 27 Januari 2023, 21:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. 40 Hari di Bogor

“Syutingnya sih 40 hari sebenarnya. Tempatnya enggak jauh-jauh, di Parung, Jonggol, Bogor. Karena memang setting-nya Indonesia pada tahun 1950 dan 1960-an,” beri tahu Rako Prijanto.

Menilik kebutuhan cerita, tim Rako Prijanto mencari lokasi dengan visual yang identik dengan citra kawasan tertinggal. Di sanalah, kisah Sumi (Mawar de Jongh) dan Sari (Hanggini) digulirkan.

 

5. 3 Budaya

Terkait desain produksi, Rako Prijanto menyebut tempat, waktu, dan budaya yang muncul dalam visual Para Betina Pengikut Iblis menggabungkan banyak elemen. Karenanya tak perlu dipermasalahkan.

“Peristiwa dalam film terjadi di tempat, waktu, dan budaya yang menurut saya enggak perlu di-underline-in. Karena ini nyampur banget antara budaya Jawa (dari aspek desain produksi), Bali dan Jawa Barat, Jawa Tengah,” ia membocorkan.

 

6. Kontroversi Betina

Kata betina memantik kontroversi di jagat maya. Pasalnya, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, betina bermakna perempuan, dan biasanya dipakai untuk konteks binatang atau benda. Rako Prijanto punya alasan sendiri menggunakan kata betina sebagai judul.

“Saya enggak tega menggunakan kata perempuan menjadi pengikut iblis. Karena menurut saya perempuan itu harus kita sayangi, hormati, punya rasa humanis yang tinggi, berakhlak baik dan tidak dipengaruhi iblis. Kenapa betina, karena itu,” ungkapnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan