Sukses

Detak Jantung Ruben Onsu Sempat Tak Terdeteksi Saat Ngobrol di ICU, Perawat Panik

Liputan6.com, Jakarta Beberapa bulan lalu, Ruben Onsu sempat masuk ruang ICU karena menderita sakit empty sella syndrome. Suami Sarwendah ini pun menceritakan pengalamannya saat dirawat.

Sebenarnya, dia hanya sendiri di dalam ruang ICU, namun Ruben Onsu sempat minta izin kepada petugas untuk membiarkan satu sahabatnya masuk menemaninya. Di saat Ruben sedang berbincang, tiba-tiba terjadi sesuatu.

"Diizinin buat ngobrol doang, pas ngobrol begini sama Pak Roy tiba-tiba suster lari, karena mesin jantung gue 'niitt...' lempeng. Dan guenya ngobrol," kata Ruben Onsu di YouTube Eko Patrio TV.

Hal ini tentu saja membuat petugas medis panik dan langsung menghampiri kamar Ruben Onsu. Namun perawat bingung saat melihat kondisi ayah tiga anak ini baik-baik saja.

"Gue aja sampai gini (bingung), 'Kenapa Sus?' susternya bengong, 'Pak?'. 'Iya, Sus?' Ruben Onsu mempraktikkan situasi saat itu.

2 dari 4 halaman

Surat Wasiat

Setelah mengalami peristiwa ini, Ruben Onsu berinisiatif membuat surat wasiat untuk keluarganya. Dia takut hal buruk tiba-tiba terjadi padanya.

"Di situ gue merasa sudah saatnya bikin, karena banyak banget ketemu teman tiba-tiba minggu depan sudah enggak ada. Itu bikin gue takut," ungkapnya.

3 dari 4 halaman

Kenangan Buruk

Selama menjalani perawatan di ICU, hal-hal buruk yang pernah dialami memang kerap berputar di benaknya. Jika sudah mengalami hal ini, tak banyak yang bisa dilakukan selain berdoa.

"Akhirnya saat gue di ICU ada memori itu semua. Saat itu apa yang gue lakukan ya gue berdoa, jadi enggak ada yang bikin panik," ucapnya.

4 dari 4 halaman

Doa

Warganet pun mendoakan agar Ruben dan keluarganya selalu dalam keadaan sehat. "Panjang umur sehat selalu the Onsu family ­čą░ Tuhan Yesus selalu bersama kalian," kata salah satu warganet.

"Smga kak Ruben dan qluarga sllu dberikan kesehatan,rejeki yang berlimpah,dan sllu dlm LINDUNGAN Tuhan... Amin," tambah yang lainnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.