Sukses

Sukses Digelar, Slow Move Bazaar Dihadiri Rachel Vennya hingga Fuji

Liputan6.com, Jakarta Slow Move Bazaar telah sukses dilangsungkan pada 8-9 Oktober 2022 di Avenue On 5 Menara Tendean, Jakarta Selatan. Sekitar 4.500 pengunjung dan 100 tenan memenuhi acara ini.

Bazar ini juga dihadiri banyak kalangan termasuk para selebritas terkenal seperti Rachel Vennya, Thariq Halilintar, Fujianti Utami Putri, Karin Novilda, Rebecca Klopper, dan lainnya.

Acara ini juga dimeriahkan oleh deretan penyanyi populer seperti Jesenn, Raissa Ramadhani, dan Winaya Satasya.

Isabella Indrasasana selaku CEO Slow Move Bazaar menuturkan alasan menggelar acara ini. Pemikirannya berangkat dari masalah lingkungan akibat fenomena fast fashion.

"Melalui acara ini, Slow Move Bazaar berusaha untuk meminimalkan masalah tersebut dengan mengenalkan slow fashion dan thrifting kepada warga negara Indonesia, di mana kita bisa membangun komunitas sustainable tersebut," jelas Isabella dalam keterangan tertulis, Senin (24/10/2022).

"Melalui bazaar ini, kami berharap untuk mendukung para generasi muda untuk lebih mencintai produk lokal yang eco-friendly." dia menyambung pernyataan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Ramah Lingkungan

Slow Move hadir untuk mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan dengan mengadakan bazar yang diisi berbagai macam tenan yang menerapkan konsep yang sejalan.

Kesadaran masyarakat dalam membeli pakaian bekas untuk memperpanjang umur pakaian juga sudah mulai meningkat. Ini dilakukan demi mencegah kenaikan jumlah pakaian di TPA, yang umumnya sulit diolah.

 

3 dari 3 halaman

Brand Lokal

Slow Move bertujuan mengenalkan merek-merek lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Beragam merek busana dalam negeri yang mengusung tema keberlanjutan dikurasi dalam bazar tersebut. 

"Setelah adanya bazar pertama Slow Move, menurut saya bazar ini berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan komunitas di Indonesia yang ternyata punya kesadaran tinggi akan dampak fast fashion," kata Isabella.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS