Tragedi Arema Bikin Arie Untung Waswas, Kerabatnya Sempat Terjebak di Stadion Kanjuruhan hingga Larut Malam

Arie Untung mengungkapkan rasa dukanya sambil menyampaikan pesan agar kejadian seperti Tragedi Arema atau Tragedi Kanjuruhan Malang ini tak sepatutnya dialami oleh para suporter sepak bola di Indonesia.

Diperbarui 02 Oktober 2022, 11:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ungkapan Duka Cita

Ungkapan duka cita disampaikan Arie Untung di akhir kalimatnya sembari mendoakan para korban jiwa. Bersama dengan itu pun ia mengungkapkan pesan krusial untuk para suporter sepak bola di Tanah Air.

"Walaupun begitu ada yg mungkin meninggal karena hanya menjalankan tugas. Turut berduka untuk semua korban semoga husnul khotimah Aamiin. Udah waktunya nonton olah raga ya untuk olahraga bukan untuk emosi. yuk bisa yuk," tulis Arie menutup.

Suasana Mencekam

Pertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya berakhir 2-3 untuk kemenangan tim tamu. Kesal dengan kekalahan Arema, suporter Aremania menyerbu ke lapangan usai peluit panjang ditiup wasit.

Petugas keamanan langsung berusaha menghalau serbuan suporter ini. Untuk mengusir suporter, ditembakan gas air mata. Kondisi justru menjadi semakin kacau.

Para suporter yang panik termasuk wanita dan anak-anak berdesakan mencoba keluar dari Stadion Kanjuruhan. Akibatnya fatal, banyak yang pingsan dan sulit bernafas.

Jumlah Korban Jiwa yang Tercatat

Data yang dirilis Polda Jatim pada Minggu (2/10/2022) dini hari WIB, korban jiwa kerusuhan mencapai 127 orang, termasuk dua anggota polisi.

Salah seorang suporter yang selamat dari kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Rezqi Wahyu menceritakan detik-detik kejadian mencekam tersebut via Twitter.

Kerusuhan bermula dari adanya satu orang Aremania dari tribun selatan yang nekat masuk ke lapangan dan mendekati pemain Arema Sergio Silva dan Adilson Maringa. Sang suporter mencoba memberikan motivasi dan kritik kepada pemain Arema.

Aksi satu orang suporter ini kemudian diikuti beberapa Aremania lain yang masuk ke lapangan guna meluapkan kekecewaannya kepada pemain. Jumlah suporter yang masuk ke lapangan semakin banyak dari berbagai sisi stadion. Suporter juga mulai melemparkan benda-benda ke lapangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan