Sukses

Alami Komplikasi, Bob Tutupoly Dirawat di ICU Selama Sebulan Sebelum Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta Musisi legendaris Bob Tutupoly mengembuskan napas terakhir pada Selasa (5/7/2022) pukul 00.03 WIB. Pelantun "Widuri" meninggal di usia 82 tahun.

Anak Bob Tutupoly, Sasha Karina Tutupoly, pun mengungkap sakit yang diderita sang ayahanda sebelum tutup usia. Sang musisi memang menderita beberapa penyakit.

"Terakhir papa terkena stroke, tapi sebenarnya memang banyak penyakit, komplikasi. Sudah sejak Desember tahun lalu sudah bolak-balik rumah sakit," ujarnya dikutip dari YouTube Cumicumi, Rabu (5/7/2022).

Di bulan Mei, kondisinya semakin menurun hingga dirawat di ruang ICU (Intensive Care Unit) dalam waktu yang cukup panjang.

"Tapi terakhir di akhir Mei beliau masuk RS sampai akhirnya masuk ICU selama satu bulan. Dan hari ini, pukul 00.03 papa sudah dinyatakan meninggal," tutur Sasha.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Membaik

Sebelum dinyatakan meninggal, sebenarnya kondisi Bob Tutupoly sudah berangsur membaik. Dia bahkan sudah dijadwalkan untuk meninggalkan rumah sakit dan menjalani perawatan di rumah.

"Sebelum meninggal kondisinya baik malah sebelumnya beliau sudah dijadwalkan untuk homecare. Tapi ternyata malah kondisinya kritis jadi tidak tertolong," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Pemakaman

Jenazah saat ini disemayamkan di Rumah Duka RS Siloam Semanggi, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman akan dilangsungkan Kamis (7/7/2022).

"Rencananya hari kamis di Tanah Kusir, tapi jamnya belum tahu," kata sang anak.

4 dari 4 halaman

Bob Tutupoly

Om Bob, begitu sapaan khasnya, dilahirkan di Surabaya, 13 November 1939. Sepanjang hayatnya pria berdarah Ambon, Maluku ini bukan hanya dikenal sebagai penyanyi legendaris tapi juga presenter kuis dan MC handal.

Sejumlah lagu-lagu ikonis ia nyanyikan dengan suaranya yang khas. Selain "Widuri", ada pula “Mengapa Tiada Maaf”, “Kerinduan”, Tinggi Gunung Seribu Janji,” dan lainnya.