Resensi Film The Doll 3: Arwah Adikku Tak Bertemu Papa Mama di Alam Baka, Tempat Mereka Beda

The Doll 2 dibintangi Jessica Mila dan Winky Wiryawan. Boneka Bobby yang jadi biang onar bisa bicara, berjalan, hingga membantai. Berikut resensi filmnya.

Diterbitkan 26 Mei 2022, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Premis Seputar Arwah

The Doll 3 didasari premis, sifat arwah orang yang kita sayang saat dipanggil bisa jadi tak lagi sama dengan semasa hidupnya. Pernyataan ini biasanya muncul setelah pertanyaan: Bisakah arwah orang yang kita sayang dipanggil?

Cerita kemudian disusun dengan Tara dan Aryan sebagai tokoh sentral. Sejak awal, Jessica Mila memperlihatkan permainan emosi yang meyakinkan. Dimulai dengan ketenangan menghadapi tekanan pekerjaan, pertanda ia telah terbiasa dengan kondisi macam ini.

Di susul chemistry-nya bersama Aryan yang menandakan hubungan mereka di level tak main-main. Grafik emosi menanjak dengan jelas ketika kehilangan adik. Ini fase krusial yang menggiring penonton menuju hari-hari panjang nan melelahkan akibat teror.

Boneka Lebih Atraktif

Ekspresi Jessica Mila saat datang ke rumah Rere dengan mata merah berkaca sambil mencoba bersandar di pintu menyiratkan lelah yang dalam bercampur tumpukan emosi negatif. Di sini, Tara telah menjadi bagian Jessica Mila.

The Doll 3 penajaman karakter dari para pendahulunya. Dalam The Doll (2016) kita mengenal boneka Gawiyah yang pasif namun menyimpan banyak kutukan. The Doll 2 mendatangkan Sabrina yang jadi ajang uji nyali bagi Maira (Luna Maya) setelah kehilangan anak.

Boneka ini mulai aktif membuntuti ibunya untuk memberi pertanda dan rahasia yang tersimpan di rumah. Kini, Bobby dalam The Doll 3 lebih atraktif. Ia bisa bicara, berjalan, hingga memegang barang-barang berbahaya.

 

Nuansa Gory dan Slasher

Teror yang dibawa Bobby mengarah ke horor dalam nuansa gory dan slasher yang bikin penonton ngilu. Tak ada penampakan mengerikan yang bikin jantung copot. Ini murni boneka yang kemasukan arwah lalu jadi biang petaka di sejumlah tempat.

Yang menarik, wajah pemeran Gian dan boneka Bobby sekilas mirip. Terasa masuk akal jika Bobby “terpilih” untuk mengemban misi khusus di sini. Rocky Soraya membangun konflik yang konsisten menanjak, lalu memberi kejutan akhir tak terduga.

Dialah yang membangun jagat sinema The Doll termasuk sempalannya, Sabrina, yang dirilis pada 2018 dan menyerap 1,3 jutaan penonton. Bisa dibilang, urusan formula horor perbonekaan, Rocky Soraya sudah hafal di luar kepala.

Aliran Cerita, Sengatan Teror

Itu sebabnya, aliran cerita dan sengatan teror di The Doll 3 terkesan tanpa ampun hingga babak pamungkas. Yang agak kurang di sini bisa jadi, paparan soal pertalian Tara dan Gian.

Yang tersisa dari mereka dan tergambar di film adalah hubungan berjarak pasca-kecelakaan. Ada baiknya jika diperlihatkan bagaimana adik beradik ini bertaut saat kondisi keluarga baik-baik saja agar hati penonton ikut kebanting saat kecelakan terjadi.

Dirilis Kamis (26/5/2022), The Doll 3 sangat mungkin mencetak box office mengingat cabang horor ini punya penggemar sendiri. Menilik trailernya, banyak yang mulanya mengira ini film luar negeri. Production value dan pengemasan The Doll 3 memang di atas rata-rata. Pujian juga patut diberikan untuk Bobby yang sungguh terasa presence-nya. Ia bukan sekadar boneka. Sosoknya, sepenting Tara dan Aryan.

 

 

 

Pemain: Jessica Mila, Winky Wiryawan, Zizie Zidane, Masayu Anastasia, Montserrat Gizelle, Sara Wijayanto, Jeremy Thomas

Produser: Rocky Soraya

Sutradara: Rocky Soraya

Penulis: Riheam Junianti

Produksi: Hitmaker Studios

Durasi: 115 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan