Kilas Balik Cerita Asli KKN di Desa Penari oleh SimpleMan yang Viral

Tak perlu waktu seminggu, film KKN di Desa Penari berhasil mengumpulkan sejuta penonton.

Diterbitkan 05 Mei 2022, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film horor Indonesia yang ditunggu-tunggu perilisannya, KKN di Desa Penari, akhirnya tayang di bioskop per 30 April. Meski ditunda beberapa kali, film karya Awi Suryadi ini tetap mendapat sambutan hangat nan meriah dari penikmat sinema Tanah Air.

Buktinya, film yang dibintangi oleh Calvin Jeremy tersebut tak butuh waktu seminggu untuk mencapai sejuta penonton. Dalam akun Twitter dan Instagram resmi MD Pictures, Selasa (3/5/2022), disebutkan bahwa film ini telah menembus pencapaian tersebut.

Tak mengherankan bila publik begitu antusias menantikan film ini. Apalagi sumber aslinya, sempat sangat viral dan menjadi perbincangan hangat pada 2019 lalu.

Yakni, utas cerita horor yang dibagikan pengguna Twitter SimpleMan dengan username @simplem81378523. Kini, cuitan pertama di utas tersebut telah di-retweet lebih dari 40 ribu kali, dan mendapat 111 ribu tanda suka. Masih ingat cerita aslinya?

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

KKN di Desa W

Di awal cerita, SimpleMan mengungkap bahwa sang pemilik awalnya tak setuju cerita ini dipublikasikan. Namun niatnya berubah, karena banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini. 

Di awal cerita, diungkap perspektif Widya (di film diperankan oleh Adinda Thomas), mahasiswi yang ikut KKN tahun 2009. Sejak awal, ibunda Widya melepas putrinya untuk KKN di desa yang disamarkan dengan inisial "W", kota B, dan terletak di kabupaten K. 

"Perasaan ibu gak enak, apa tidak bisa diundur satu tahun lagi," begitu kata sang ibu, yang akhirnya merestui kepergian anaknya dengan hati berat. Begitu masuk ke desa ini, sejumlah keganjilan mulai menerpa Widya. 

Cerita Nur

Yang pertama, saat perjalanan menembus hutan untuk menuju desa ini, Widya mendengar sayup suara gamelan. Tak cuma itu, perjalanan ia rasa memakan waktu sejam lebih, menurut yang lain waktu tempuhnya hanya sekitar setengah jam.

Kejanggalan tak hanya dialami Widya, tapi juga Nur (di film dimainkan oleh Tissa Biani), yang tak cuma bisa mendengar suara gamelan, tapi juga melihat sejumlah penari di pinggir jalan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Salah satu momen paling mengerikan, terjadi saat Widya dan Nur bergantian membersihkan diri di kamar mandi. Nur jadi yang pertama masuk. Di luar, Widya mencium bau kemenyan. Dari dalam, terdengar suara perempuan yang menyenandungkan lagu yang menyerupai sebuah kidung Jawa.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan