Resensi Film Backstage: Tema Langka Dengan Konfigurasi Pemain Plus Soundtrack Yang Terasa Pas

Adik beradik Sissy Prescillia dan Vanesha Prescilla dipertemukan di film Backstage yang tayang di bioskop 30 Desember 2021. Berikut resensi filmnya.

Diterbitkan 28 Desember 2021, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
p>Para personel Milli Vanili tepergok sejumlah media memakai suara penyanyi lain yakni Charles Shaw, John Davis, dan Brad Howell. Selain panen cibiran, Recording Academy yang dituding kecolongan lantas menarik piala Grammy dari tangan mereka.

Serupa Tapi Tak Sama

Kasus serupa tapi tak sama pernah terjadi di Indonesia. Pada 1997, ada sinetron mingguan fenomenal yang tayang setiap Senin di mana soundtrack-nya dinyanyikan sang pemeran utama wanita. Soundtrack ini lumayan jadi hit di eranya.

Lalu, pemeran utama pria (sebut saja Bintang) merilis lagu dengan judul mirip titel sinetronnya. Ia memakai suara pria lain. Fakta ini bocor di kalangan wartawan dan Bintang membenarkan. Yang terjadi kemudian bisa ditebak, album tersebut menjadi yang pertama dan terakhir buat Bintang.

Ide cerita Backstage yang langka dikembangkan menjadi naskah dengan fondasi drama segitiga dengan Sandra, Elsa, dan Andini sebagai sudut-sudutnya. Di menit-menit awal, Backstage memberi latar tentang penokohan hingga kita tahu watak tiga perempuan dari dua generasi ini.

 

Guntur Menggenjot Alur

Dari rumah di gang sempit itu, konflik melebar dengan hadirnya sejumlah karakter pendukung dari Bayu, Michael, Rudi, dan Dewo yang muncul sekelabatan. Saat bergerak keluar rumah, tempo sedikit melambat.

Beruntung, Guntur segera menggenjot alur hingga Backstage kembali ke kecepatan semula dan bertahan hingga akhir cerita. Daya tarik Backstage terletak pada chemistry Sissy dan Vanesha.

Mereka berhasil menjadi adik beradik dalam karakter lain plus kualitas vokal di atas rata-rata dengan warna berbeda. Warna vokal Vanesha merdu namun terdengar tipis. Sissy terdengar lebih bulat dan tebal. Maklum, ia sudah punya jam terbang.

Sampai Mati Cinta Padamu

Dua tahun setelah membintangi Ada Apa Dengan Cinta?, Sissy Prescillia merekam lagu duet bareng Nugie, “Sampai Mati Cinta Padamu.” Lagu ini mengisi album Bahagia Nugie yang dirilis Aquarius Musikindo pada 2004. Bahkan, ia sempat tembus di sejumlah tangga lagu radio di Tanah Air.

Dari lagu ini, kita tahu Sissy Prescillia punya bakat terpendam. Makin kentara saat melantun “Kita” milik Sheila on 7 dalam film Milly & Mamet. Kualitas vokalnya makin benderang di Backstage.

“Melangkah” disusul intepretasi ulang dari pusaka lawas album 07 Des Sheila on 7 adalah bukti kejernihan vokal Sissy yang layak diapresiasi. Sissy dan Vanesha, tanpa debat, ujung tombak Backstage.

 

Desain Produksi, Efek Visual

Dan… bintang lain film ini Achmad Megantara yang dalam diam saja, memancarkan aura. Di tangan sang aktor, Michael Nara terasa believable, karismatik, dan membuat kami paham mengapa Elsa dengan mudah jatuh hati.

Akhir film Backstage barangkali membuka ruang diskusi dan pertanyaan. Ia bisa membuat kita terus ingat bagaimana kisah bermula, tokoh dibentuk, dan konflik digulir. Backstage kepingan cermin industri musik dan keluarga berbasis single parent.

Desain produksinya digarap detail termasuk efek visual pada momen konser. Belum lagi kehadiran sejumlah kameo yang tidak asal tempel. Semua muncul dengan visi yang jelas, memperkuat pilar cerita.

Backstage juga berhasil dalam memilih lagu tema yang membuat sejumlah adegan tampak lebih bold. Ibarat makanan, film ini hidangan akhir tahun berbahan baku langka, diolah dengan rasa manis yang tak sampai bikin gigi ngilu, dan meninggalkan kesan di mata dan hati.

 

 

 

Pemain: Sissy Prescillia, Vanesha Prescilla, Karina Suwandi, Achmad Megantara, Verdi Solaiman, Roy Sungkono, Ferry Salim, Aulia Sarah

Produser: Robert Ronny

Sutradara: Guntur Soeharjanto

Penulis: Vera Varidia, Monty Tiwa, Robert Ronny, Titien Wattimena

Produksi: Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, Astro Shaw

Durasi: 1 jam, 55 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan