Sukses

Atta Halilintar Sanjung Buku Karya Kepala BIN Budi Gunawan, Singgung Pentingnya Perangi Hoaks

Liputan6.com, Jakarta Sebagai YouTuber dengan jumlah pengikut lebih dari 27 juta, Atta Halilintar dikenal punya pergaulan luas. Tak hanya sesama YouTuber dan artis, ia juga bergaul dengan pejabat publik.

Jumat (10/12/2021), suami Aurel Hermansyah menghadiri peluncuran buku Demokrasi di Era Post Truth karya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Prof Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan.

Mencermati beberapa bagian dalam buku tersebut, Atta Halilintar mengaku terkesima. Ia lantas menggarisbawahi pentingnya menyaring informasi yang bertebaran di medsos.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Tangan-tangan Hoaks

“Buku karya Bapak Budi Gunawan ini luar bisa. Zaman sekarang perlu bagi kita untuk belajar agar tidak menjadi tangan-tangan hoaks,” beri tahu Atta Halilintar dalam siaran pers yang kami terima pekan ini.

Bintang film Kembalinya Anak Iblis menilai tema yang diusung buku ini relevan dengan apa yang terjadi di masyarakat belakangan ini. Di medsos, seseorang bisa menjadi siapa saja dan berbuat apa saja.

 

3 dari 5 halaman

Sebagai Anak Muda

Termasuk, menyebarkan hoaks. Atta Halilintar pun sering menemukan hoaks di medsos bahkan menjadi korban berita bohong. Berkaca pada pengalaman ini, ia rajin mencerna dan mengecek silang.

“Tinggal bagaimana kita sebagai anak muda memilih, melihat berita yang benar dan enggak, serta mencernanya. Jangan gampang nge-post, itu bisa berakibat fatal untuk bangsa kita,” imbuhnya.

 

4 dari 5 halaman

Visual Menarik

Atta Halilintar menganggap buku karya Budi Gunawan mengajak masyarakat lebih teliti membaca informasi. Ia menilai karya Budi Gunawan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

“Buku ini juga memiliki visual menarik. Makanya saya bilang ini penting dibaca anak-anak muda. Banyak pelajaran di dalamnya seperti perkembangan medsos dan ada algoritmanya,” Atta Halilintar menyambung. 

5 dari 5 halaman

Kebohongan dan Kebenaran

Demokrasi di Era Post Truth membahas disinformasi di era post-truth sebagai ancaman kesehatan demokrasi elektoral. Buku ini juga menyorot fenomena keyakinan personal lebih penting daripada fakta objektif dalam membangun opini publik.

Akibatnya, antara kebohongan dan kebenaran sulit diidentifikasi. Buku tersebut dicetak kali pertama pada April 2021. Cetakan kedua pada Mei 2021. Atta Halilintar menyelamati pencapaian Budi Gunawan ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS