Sukses

Kabar SM Entertainment Dicaplok CJ ENM, Dua Raksasa Industri Hiburan Korea Ini Bersuara

Liputan6.com, Seoul - Sebuah isu hangat tengah digaungkan di industri hiburan Korea Selatan: SM Entertainmet bakal diakuisisi oleh CJ ENM. Dilansir dari Soompi, Kamis (21/10/2021), Maeil Business Newspaper melaporkan bahwa berita akuisisi ini akan disampaikan ke publik secara resmi pada hari Jumat besok.

Dalam laporan ini diungkap pula posisi sang bos besar SM, Lee Soo Man, pascaakuisisi.

Jabatan Produser Eksekutif SM yang dipegang Lee Soo Man, akan diambil alih pihak CJ ENM. Namun, paman dari Sunny SNSD tersebut bakal tetap menjalankan peran sebagai pimpinan yang menangani bisnis konten dalam perusahaannya.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Valuasi Triliunan Won

Lee Soo Man saat ini memiliki 18,73 persen saham SM Entertainment. Menurut laporan media ini, CJ menaksir agensi grup K-Pop besar seperti TVXQ hingga aespa tersebut bernilai 3 triliun - 4 triliun won.

Bila dikonversikan dengan kurs hari ini, angkanya lebih dari Rp 36 triliun - 48 triliun.

3 dari 5 halaman

Borong Saham LSM?

Selain itu, CJ ENM juga berencana untuk memborong semua saham Lee Soo Man dengan angka berkisar antara 600 miliar - 700 miliar won. Bila dikonversikan, angkanya sekitar Rp 7,2 triliun-8,4 triliun.

4 dari 5 halaman

Beragam Opsi

Menurut media ini, kedua perusahaan juga mendiskusikan kemungkinan untuk CJ ENM memecah bisnis mereka di industri musik, kemudian menggabungkannya dengan SM Entertainment.

Ada pula opsi lain yang bisa diambil, di mana CJ ENM akan menjadi pemegang saham terbesar, sementara Lee Soo Man bisa tetap memegang sebagian sahamnya.

5 dari 5 halaman

Angkat Suara

Merespons pemberitaan ini, SM Entertainment berkomentar, "Kami sedang berdiskusi dengan sejumlah perusahaan dari berbagai sudut pandang. Namun tidak benar persetujuan akuisisi akan ditandatangani pada 22 Oktober."

CJ ENM juga angkat suara. "Kami sedang mempertimbangkan berbagai metode untuk mengembangkan industri musik kami, tapi belum ada yang dikonfirmasi," kata perwakilan perusahaan besar ini.