Ferry Irawan Ungkap Sempat Ingin Akhiri Hidup Setelah Divonis Idap Penyakit Langka Distonia

Ferry Irawan sudah divonis menderita sakit distonia sejak tahun 1999 silam.

Diterbitkan 08 September 2021, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Putus Asa

Di tahun-tahun pertama ia berjuang melawan penyakit distonia itu, Ferry Irawan sempat putus asa. Bahkan secara terang-terangan ia mengaku ingin bunuh diri karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh itu.

"Dulu tahun 99 sampai 2001 aku nggak bisa ngapa-ngapain, orangtua sudah habis-habisan (biaya), terakhir itu aku pikir, 'sudah deh, aku suicide saja'. Akhiri hidup aku saja. Kayaknya sudah, nih. Aku bentur-benturin kepala ke tembok, aku di depan ibuku sudah bilang, 'Aku sudah enggak kuat'," beber Ferry Irawan.

Beruntung, saat itu Ferry Irawan berhasil bangkit dari keterpurukan dan mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup. 

 

Simak juga informasi berikut ini:

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan