Review Film Annette: Pasang Surut Rumah Tangga Komika dan Diva Opera, Akting Adam Driver Memesona

Dua bintang kaliber Oscar yakni Adam Driver dan Marion Cotillard bertemu dalam drama musikal Annette. Berikut resensi film Annette.

Diterbitkan 03 September 2021, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Annette mempertemukan aktris peraih Oscar Marion Cotillard dengan bintang film Star Wars Adam Driver. Di Indonesia, drama musikal ini dapat diakses secara resmi lewat KlikFilm.

Soal kualitas, Annette jangan diragukan. Karya sineas Leos Carax ini memetik kemenangan di Festival Film Cannes 2021 untuk dua kategori, yakni Sutradara dan Tata Musik Terbaik.

Kami telah menonton dan terbukti, Annette punya keunggulan di banyak sektor. Sangat mungkin, ia akan menembus bursa Golden Globes dan Oscars 2022. Berikut resensi film Annette.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Henry dan Ann

Annette adalah refleksi kehidupan para pekerja seni yang gemerlap di luar namun suram di dalam. Bintang opera Ann Defrasnoux (Marion Cotillard) berada di puncak popularitas saat membina rumah tangga dengan pelawak tunggal Henry McHenry (Adam Driver).

Dalam sebuah lawakan ia menyebut menikah di usia muda bagai berenang dengan (maaf) organ vital dibelenggu batu. Semenyakitkan itu. Ironisnya, penonton terbahak dengan lelucon ini. Apes, guyonan itu menjadi kenyataan.

Mental Henry tidak stabil. Kariernya meredup. Saat melawak soal membunuh istri, ia dikecam penonton. Sang komika bahkan diminta turun panggung. Sejak itu, rumah tangga Ann dan Henry memanas.

 

Main Serong Ala Bintang Opera

Di sisi lain, The Accompanist (Simon Helberg) mengaku main serong dengan Ann tak lama setelah tragedi menimpa sang bintang opera. Annette sendiri nama bayi perempuan yang dilahirkan Ann. Bayi yang digambarkan “hidup tapi tak hidup” lantaran dibesarkan di lingkungan keluarga bermasalah.

Annette dibuka dengan peringatan agar penonton menarik napas dalam-dalam untuk kali terakhir karena selama menyaksikan pertunjuan (baik melawak tunggal, opera, maupun film ini), audiens tak diperkenankan bernapas.

>Setelah itu, kita berkenalan dengan dua tokoh utama yang aktivitasnya digambarkan dalam lirik lagu. Durasi setiap tembang relatif panjang sementara dialog antarkarakter nyaris tak ada. Mengingatkan kita pada kepekatan Les Misérables yang memborong 3 Piala Oscar pada 2013.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan