Sukses

Arzeti Bilbina Dukung Label  Peringatan Konsumen pada Kemasan Plastik yang Mengandung BPA 

Liputan6.com, Jakarta Artis yang juga model ternama Tanah Air, Arzeti Bilbina tegas mendukung BPOM untuk segera memberi label peringatan konsumen terkait kemasan plastik yang mengandung Bahaya BPA atau Bisphenol A. Hal ini  telah menjadi perhatian banyak pihak demi menjaga dan melindungi generasi bangsa, yakni bayi dan balita Indonesia dari paparan bahaya BPA.  

Sebelumnya, senada dengan Arzeti Bilbina, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait juga sempat vokal terkait permasalahan ini.

“Saya berharap BPOM  segera memfasilitasi info sehat untuk masyarakat agar lebih cerdas lagi dalam memilih makanan dan minuman  dalam kemasan plastik untuk menginfokan pelabelan dalam kemasan plastik yang mengandung zat berbahaya BPA (Bisphenol A)," ujar Arzeti Bilbina kepada wartawan, Kamis (15/7/2021). 

 

2 dari 4 halaman

Penelitian

Sekadar mengingatkan, seiring dengan semakin berkembangnya informasi penelitian kesehatan internasional, dan kebijakan pelarangan atau pembatasan di beberapa negara, atas penggunaan kemasan plastik yang mengandung BPA.  Ini karena BPA dapat mempengaruhi kesehatan di kemudian hari, terutama pada usia rentan yaitu bayi, balita dan janin pada ibu hamil.  Terkait hal tersebut masyarakat atau konsumen perlu mencermati informasi yang tertera pada label kemasan makanan dan minuman, apakah cocok dikonsumsi sesuai dengan usianya.  

Walaupun ada regulasi BPOM yang mengatur batas migrasi maksimal BPA adalah sebesar 0,6 bagian per juta (bpj, mg/kg), tetap saja zat BPA tersebut masuk dalam katagori zat berbahaya terutama bagi kesehatan usia rentan yaitu bayi, balita dan janin pada ibu hamil, untuk usia rentan tersebut tidak ada toleransi, oleh karena itu BPOM diminta untuk mencantumkan label peringatan pada kemasan plastik mengandung BPA. 

 

3 dari 4 halaman

Pentingnya

Anggota Komisi IX dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil Jawa Timur I ini menambahkan tentang pentingnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Karena menurutnya  selain masih banyak masyarakat yang belum mengetahui atau belum memahami tentang  bahaya  kemasan plastik yang mengandung zat berbahaya seperti BPA ini, juga betapa mendesaknya pemberian label peringatan pada kemasan plastik yang mengandung BPA.  

“Dengan adanya info pelabelan ini paling tidak  kita telah membantu mengedukasi masyarakat  dari yang belum tahu menjadi tahu,  tentang bahaya kemasan plastik yang mengandung bahan-bahan berbahaya," ungkap Arzeti Bilbina. 

 

4 dari 4 halaman

Riset

Hal yang perlu diketahui masyarakat luas adalah berdasarkan  riset baik di luar maupun di dalam negeri terungkap bahwa bahaya  yang ditimbulkannya dari BPA tidak sederhana. Bisa mengakibatkan kanker, dan gangguan otak. Bayi, balita dan janin adalah kelompok usia yang rentan akan paparan BPA. Tidak ada batas toleransi untuk mereka, benar benar harus bebas BPA atau zero toleransi BPA.