Sukses

Dampak Pandemi, Cinta Laura Sebut Anak Sekolah di Indonesia Ketinggalan Pelajaran 1 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19 di Indonesia, Cinta Laura khawatir terhadap proses belajar anak sekolah. Para siswa tak bisa tatap muka dengan guru di kelas.

Sebagai gantinya, sekolah online berbekal laptop atau ponsel pintar dengan paket kuota. Masalahnya, tak semua daerah di Indonesia bisa mengakses sinyal yang kuat dan stabil.

Ini yang dirasakan bintang sinetron Cinderella kala menyambangi sekolah yayasan keluarganya, Pangerasan Education Center, di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

2 dari 5 halaman

Sinyal Putus-putus

Sekolah ini yang hanya 1 jam dari kota Jakarta pun masih belum bisa membangun access wifi. Sinyal pun putus-putus dan banyak dari anak-anak ini harus menunggu sampai malam hari untuk mendapatkan koneksi yang lancar untuk bisa belajar,” tulisnya.

Cinta Laura menyampaikan ini lewat akun Twitter terverifikasinya, Kamis (17/6/2021), seraya menyertakan foto bareng para siswa yang terdampak pandemi Covid-19.

3 dari 5 halaman

Tak Berpendidikan Tinggi

Kesenjangan yang tercipta antara Jakarta dan daerah sekitar membuat Cinta Laura terenyuh. Bintang film Target dan Oh Baby ini mengajak masyarakat sadar serta berhenti menjadi egois.

Dan gak semua anak mempunyai bapak ibu yang bisa membantu mereka dengan pelajaran sekolah. We need to face the facts, guys! Banyak dari teman-teman kita di luar sana datang dari latar belakang dimana orangtua mereka tidak berpendidikan tinggi,” ia mencuit.

4 dari 5 halaman

Satu Tahun Ketinggalan

Dengan sekolah online anak-anak ini sudah 1 tahun ketinggalan pelajaran. SO STOP BEING SELFISH! Kita yang tinggal di kota bisa WFH dan ‘learn’ from home,” Cinta Laura menyambung.

Yang kena dampak terbesar adalah orang-orang yang tak memiliki fasilitas yang sama bagusnya. Karenanya empati, saling jaga dan bantu alias solidaritas dibutuhkan agar Indonesia mampu melewati masa-masa sulit ini.

 

5 dari 5 halaman

Satu Jam dari Jakarta

Indonesia negara besar dan yang aku perlihatkan hari ini hanya satu desa 1 jam dari Jakarta, guys! Sekarang kalian coba bayangkan sendiri berapa ratus ribu bahkan berapa juta anak-anak dengan nasib yang sama,” pungkasnya.

Unggahan ini panen pujian dari warganet. “Saya sbg guru gabisa melihat kondisi ini, benar benar memprihatinkan apalagi untuk jenjang tk dan paud, susah dijelasi pokoknya semangat utk semua guru,” @danjojoooo merespons.