Sukses

Isu Hotma Sitompul - Desiree Tarigan Sudah Berdamai, Hotman Paris: Satu Sentimeter pun Tak Ada Kemajuan

Liputan6.com, Jakarta Babak baru drama rumah tangga Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan menampilkan seorang mediator, yakni Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Otto Hasibuan.

Kabar ini telah didengar kuasa hukum Desireee, Hotman Paris. Sejumlah awak media lantas mengonfirmasi perkembangan terkini terkait perdamaian yang tengah diupayakan mediator.

“Dua hari ini juga beredar di medsos, seolah-olah sudah terjadi perdamaian. Tidak ada satu jengkal pun, enggak ada kemajuan. Satu jengkal, satu sentimeter pun enggak ada kemajuan,” Hotman Paris menjelaskan.

2 dari 5 halaman

Desi Masih Menunggu

“Desi masih menunggu apa yang pantas dia dapatkan, sampai sekarang belum ada dikirimkan kepada Otto,” pengacara kelahiran Laguboti, 20 Oktober 1959, itu membeberkan.

Hotman Paris menyambut baik hadirnya mediator. Ia mengaku telah melakukan kontak kepada sang juru damai. Mediasi informal telah berjalan namun belum membuahkan hasil.

3 dari 5 halaman

Seolah-olah Sudah Terjadi

“Jadi ada pemberitaan dalam dua hari ini, seolah-olah sudah terjadi perdamaian. Itu tidak benar. Memang ada ditunjuk secara informal mediator tapi saya telepon mediatornya,” katanya.

Ini kami lansir dari video “Hotman Paris Blak-blakan Ungkap Alasan Desiree Tarigan Belum Siap Berdamai dengan Hotman Sitompul” di kanal YouTube Cumicumi, Senin (19/4/2021).

4 dari 5 halaman

Mediasi Secara Informal

“Sama sekali belum ada usulan dari pihak suami apa yang menjadi haknya istri,” Hotman menegaskan seraya menambahkan, “Ini sudah berjalan mediasi secara informal ya, tapi belum ada hasil.”

Diberitakan sebelumnya, Otto Hasibuan menggelar konferensi pers terkait kehadirannya sebagai mediator. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau pihak Hotma dan Desiree menempuh cease fire, alias gencatan senjata. 

5 dari 5 halaman

Cease Fire

“Saya berharap penjelasan saya sekarang di sini, kedua belah pihak itu kalau boleh cease fire dululah kalau dalam perang. Artinya jangan dulu melakukan upaya-upaya hukum yang lain,” kata Otto.

“Tentunya saya sebagai mediator harus bersikap adil dan bertindak adil di tengah. Upaya yang ingin saya lakukan, betapa pun sulitnya saya berupaya apakah masih mungkin dilakukan rujuk di antara mereka,” tutupnya.