Mattagati, Arsitek yang Menjadi Musisi

Mattagati baru saja mengeluarkan single musik terbaru.

Diperbarui 25 Januari 2021, 16:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Musik bagi seorang arsitek seperti Frans Kristian Mattagati adalah sesuatu yang sangat penting. Baginya, dunia musik adalah jalan sutera untuk mencapai keseimbangan hidup. Mattagati  telah menggeluti dan suka dengan musik sejak lama. 

Oleh karena itu, menggali kedamaian hati via musik adalah pilihan sadarnya. Sesadar-sadarnya. Apalagi, sepengakuannya, menjadi musisi adalah impian lamanya, yang sangat lama dipendam rapi di dadanya.

Bukan tanpa alasan, Juara II Kompetisi Nasional gitar classic tahun 1992, akhirnya mengeluarkan jiwa seni dari dalam dirinya. Setelah bidang arsitektural yang tekanannya sangat tinggi, itu ternyata, menurut subyektifitasnya, kebahagiaan yang didatangkannya tidak berbanding lurus. Meski penghasilannya besar.

“Orgasmenya lain,” kata Mattagati  merujuk proses membuat lagu dan merampungkan sebuah desain arsitektural di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Karenanya, single pertamanya ini  demi melunaskan jiwa seninya dirilis Mattagati berjudul, “Dirimu”. Tidak main-main, single dengan mengandalkan vokal bertimbre elok dari Erwin Farid itu, saat dirilis via digital streaming, hingga sekarang sudah memanen 5000 an pendengar.

Mattagati yang melibatkan Erwin Farid sebagai featuring vokal itu berharap, single pembuka ini, tidak akan menjadi karya pertama sekaligus terakhirnya. Karena, sepengakuannya, hampir 70 lagu telah ditulisnya. Dengan berbagai genre yang membungkus puluhan lagu tersebut.

“Semua lagu itu tersimpan rapi di music’s storage,” imbuh Mattagati.

 

Gitar

Mattagati yang sangat menguasai gitar klasik, meski tidak lancar membaca partitur, dalam single ini mengisi sesi gitar dengan kesahajaan. Tak perlu pamer skill dan sok bermain teknis alias “kriting”. 

Merangkap sebagai komposer dan arranger, Mattagati juga sekaligus mendirikan record label Black Glamour untuk dan demi mengawal karya terkininya. Juga sejumlah karya lanjutannya.

“Buat saya, semua hal wajib direncanakan dengan baik, proper dan matang. Saya konsisten mendirikan  PT. Untuk memayungi karya saya,” katanya yang sudah menekuni bidang arsitektural secara profesional sejak tahun 2003 hingga sekarang.

 

Ngamen

Mattagati bercerita saking besar hasratnya menjadi musisi, alih-alih bertahan di dunia arsitek, pernah setiap malam Minggu menjelajahi kafe, dan jamming dengan gitar sendiri, dengan sebuah grup band. Berharap single terkininya, yang secara musikal turut dimatangkan oleh Andika, (keyboard), membuka pintunya lebar-lebar berkiprah lebih serius di dunia skema musik Indonesia. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Sebenarnya nothing to lose, kalaupun gagal menjadi musisi, saya toh tetep seorang arsitek,” kata pria bertato kelahiran Mojokerto, Jatim itu. Meski demikian, dia berharap masa depan dunia musiknya, akan terus memberinya kebahagiaan. “Tahu lagu saya didenger orang saja udah seneng banget,” kata Mattagati yang berencana membuat band bernama Mattagati Feat, dengan featuring sejumlah vokalis terdepan di Tanah Air. Seperti featuring Ari Lasso, Agnes Mo dan beberapa nama lainnya.  

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan