Resensi Le Lion: Petualangan Ugal-ugalan Psikiater dan Mata-mata, Selamatkan 2.435 Ton Emas Prancis

Pergerakan film melambat akibat pandemi Covid-19. Jika semua film di bioskop sudah Anda tonton, coba lirik Le Lion yang dibintangi Dany Boon.

Diterbitkan 18 Januari 2021, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dari arah jam 6, Leo Milan (Dany Boon) yang dijuluki Le Lion alias The Lion mendapati sejumlah musuh yang menyamar sebagai tamu restoran mewah. Dalam hitungan detik, acara makan malam berubah jadi baku tembak.

Bombardir timah panas membuat Leo dan Anna (Carole Brana) nekat terjun dari lantai 100 ke kolam raksasa milik Syekh Abdelmalek El Flatar. Tidak lama setelahnya, adegan film Prancis ini beralih ke kamar rumah sakit.

Leo diinterogasi psikiater Romain Martin (Philippe Katerine). Beberapa saat kemudian, kisah film ini meruncing. Dari balik jendela kamar, Leo memergoki mobil van membuntuti Louise (Anne Serra), pacar Romain, yang pergi dengan sepeda.

Bogem Mentah Melayang

Leo mengabari Romain namun psikiater ini tak percaya. Benar saja. Beberapa jam setelahnya, rumah Romain dan Louise diketuk. Seorang pria bertopeng melayangkan bogem mentah hingga sang tuan rumah tak sadarkan diri.

Louise menghilang. Romain lalu menyampaikan kabar ini ke Leo. Sebuah persekutuan dibuat agar Leo bisa keluar dari rumah sakit. Dokter dan pasien ini bertualang mencari Louise.

Belakangan diketahui Louise punya banyak paspor dan nama. Hilangnya Louise didalangi sindikat pimpinan Swanney (Samuel Jouy) yang berencana membobol gudang penyimpanan cadangan emas Prancis sebesar 2.435 ton.

Penokohan Sambil Jalan

Gudang telah berhasil dibobol. Romain berkejaran dengan waktu untuk menyelamatkan Louise. Di sisi lain, Leo yang telah kehilangan segalanya berupaya memulihkan reputasi sebagai mata-mata nomor wahid.

The Lion salah satu film laris Prancis tahun lalu. Rahasia sukses film ini bisa jadi formula komedi yang terasa klop dengan ritme aksinya. Dua elemen ini dikemas dengan gaya bergegas.

Agar tak terasa buru-buru, pengenalan tokoh yang sambil jalan dikawinkan dengan sejumlah adegan konyol dari membobol kaca mobil, belanja di Prada, makan di restoran dengan menggesek kartu sahabat, hingga pura-pura gila.

 

Tak Seperti Mata-Mata Umumnya

Aksi penyelamatan ini jauh dari gaya hidup mata-mata pada umumnya yang identik dengan necis, cewek cantik, transportasi dan senjata supercanggih. The Lion mengondisikan dua tokoh utamanya memanfaatkan apa yang ada.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kalau kepepet, keluarlah jurus keyakinan kalau tak mau dibilang nekat. Kondisi yang tak mengenakkan ini justru membuat Leo dan Romain bersenyawa dengan natural. Dari saling benci dan tak percaya, keduanya menyadari “perjodohan” dalam misi penyelamatan ini. Leo mengakui sang psikiater lelaki sejati yang percaya cinta. Romain menyadari Leo partner sekaligus sahabat sejati level one in a million. Pergerakan alur yang dinamis membuat The Lion tak membosankan.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan