Pengalaman Bina Mentari dan Salvador Dibuatkan Music dan Dance Video 

Bina Mentari dan Salvador jawara Pucuk Cool Jam 2020 mendapatkan apresiasi.

Diperbarui 17 Desember 2020, 22:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Kami berterima kasih karena telah memberikan kesempatan bisa merasakan menjadi seperti musisi professional. Dan kami juga bangga bisa menjadi bagian sebuah kompetisi yang tidak hanya memberikan pengalaman berharga tapi juga pembelajaran sekaligus tantangan baru untuk bisa memperdalam skill musikalitas kami sebagai musisi,” ujar Ingwi sang gitaris. 

 

Tak Terlupakan

Sementara Bagi Gabriela, ketua group Tari Salvador keterlibatan mereka dalam dance camp hingga proyek ini merupakan suatu hal baru sekaligus pengalaman yang tak terlupakan. Dan rupanya kompetisi bukan lah hal yang baru bagi mereka karena beberapa prestasi telah mereka raih. 

“Bangga rasanya bisa merasakan keseruan dance camp dan terlibat langsung dalam pembuatan dance videonya. Ini jadi pengalaman baru buat kita dan juga pengalaman yang nggak akan kita lupain kalo kita udah sukses nanti,” imbuh Gabriela.

 

Cita-Cita

Menilik konsep dan makna dari single berjudul ‘Make The Journey Louder’ ini, Iga Massardi sebagai song writer mengungkapkan bahwa lagu ini bisa menjadi sebuah motivasi untuk anak muda dalam meraih cita-citanya.  

“Perjalanan tentang sekelompok anak muda yang sedang meraih cita-citanya dari bawah, dengan semangat yang dimiliki, mereka berusaha untuk mewujudkannya bersama. Sedangkan untuk konsep musiknya, pop-rock menjadi genre yang gue usung dalam lagu ini, tapi setelah proses workshop langsung bareng Bina Mentari, arransemen-nya pun kita diskusi dan garap bareng sesuai dengan karakter musik mereka, selain itu energi dan semangat dalam lagu ini jadi lebih terasa,” jelas Iga. 

 

Arahan

Konsep tari yang dibawakan dalam dance video ini merupakan arahan dari seorang penari profesional yakni Mila Rosinta. “Kami mengusung tari pop dance atau biasa dikenal dengan modern dance dan tak lupa juga tetap ada unsur tradisional di dalamnya. Seperti diawal dan diakhir scene dalam Dance Video ini tari yang ditampilkan adalah pop dance sedangkan di tengah scene, kami berikan sentuhan tari tradisional agar tetap memiliki identitas bahwa Salvador merupakan group tari asal Indonesia,” ujar Mila.  

Aji Yudistira rupanya punya cerita lain seputar pembuatan music & dance video yang kali ini memilih lokasi indoor. 

“Walaupun agak berbeda dengan penggarapan music video sebelumnya, kali ini anak-anak syuting satu persatu tidak berbarengan dengan pengambilan gambar di indoor, gue kagum dan sangat puas sama hasil akhirnya. Bina Mentari dan Salvador juga sangat kooperatif dan kolaboratif serta memiliki kepercayaan diri yang cukup besar meskipun diawal saat syuting harus diberikan pemanasan terlebih dahulu untuk mereka bisa memulai adegan di depan kamera. Tetapi setelah diarahkan dan kami banyak diskusi mengenai detail-detail yang diinginkan, hasilnya pun sangat memuaskan baik dari segi acting maupun performance act mereka,” ujar Aji.

Menggaungkan semangat dalam berkarya yang dibawa oleh Pucuk Cool Jam 2020 tidak hanya terhenti sampai di final pada Februari 2020 lalu namun tetap terbawa sampai pembuatan music & dance video berlangsung.

“Dengan melibatkan Bina Mentari dan Salvador kami berharap dapat menjadi gerbang pembuka kesuksesan bagi mereka sebagai pengalaman dan gambaran ke depannya dalam melangkah maju ke ranah industri musik dan seni kreatif Indonesia berbekal dari apa yang telah mereka dapatkan selama mengikuti Pucuk Cool Jam persembahan dari Teh Pucuk Harum,” tutup Yustina. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan