Sukses

Taqy Malik Didapuk sebagai Ketua Sahabat Polisi, Gantikan Posisi Sunan Kalijaga?

Liputan6.com, Jakarta - Mantan suami Salmafina, Taqy Malik, didapuk menjadi Ketua Bidang Sosial Sahabat Polisi. Menurut Ketua Umum Sahabat Polisi, Fonda Tanggu, Taqy Malik adalah anak muda yang banyak menginspirasi. Apalagi di usianya yang baru menginjak 23 tahun, ia sudah menjadi penghafal Al Quran,

Oleh karena itu kata Fonda Tanggu, pihaknya sepakat untuk menunjuk Taqy Malik sebagai Ketua Bidang Sosial Sahabat Polisi agar bisa mengajak anak-anak muda untuk bergabung bersama mereka.

"Saya memilih Taqi karena saat ini memang sudah seharusnya yang muda, dan berharap dia bisa menggaet teman-teman muda untuk bisa bergabung di Sahabat Polisi dan menjalankan program-program," kata Fonda Tanggu dikutip dari kanal YouTube Eminews.id.

2 dari 5 halaman

Alasan Taqy Malik

Buat Taqy Malik ia punya alasan kuat mengapa mau mengiyakan sebagai Ketua Bidang Sosial Sahabat Polisi. Sebab, program kerjanya sangat jelas dan membantu banyak orang.

"Kalau saya pribadi pas ditawarkan sebagai Ketua Bidang Sosial, saya melihat programmnya luar biasa ada kegiatan yang bermanfaat buat masyarakat banyak, terutama membantu pemerintahan dan kepolisian," kata Taqy Malik.

3 dari 5 halaman

Rencana Kedepan

Ke depannya, Taqy Malik akan mengajak pengikutnya di media sosial untuk ikut bagian sebagai sahabat polisi. Ia mau membuat anak muda yang berprestasi dan selalu berpikir positif.

"Kalau saya pribadi di media sosial saya paham, bisa berkomunikasi dan mengajak follower untuk bergabung dan menciptakan milenial yang sangat positif," kata Taqy Malik.

4 dari 5 halaman

Gantikan Sunan Kalijaga

Ternyata di moment pengangkatan Taqy Malik sebagai Ketua Bidang Sosial Sahabat Polisi, bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan mantan mertuanya, Sunan Kalijaga sebagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta.

Lantas apakah Taqy Malik berkeinginan menggantikan posisi mantan mertuanya? Saat ditanya, begini jawabannya. 

5 dari 5 halaman

Belum Kapasitasnya

"Kalaupun itu diserahkan, saya tidak terima. Karena belum kapasitas saya untuk itu. Kalau DPN itu Dewan Pimpinan Nasional beda sama DPW. Jadi Saya pilih DPN saja," kata Taqy Malik.

"Kalau DPW itu skalanya hanya DKI, kalau DPN itu skalanya nasional dan Taqy itu sosok muda yang menginspirasi, dan berkualitas," timpal Ade Mulyana.