Sukses

Joko Anwar Nonton 6 Film Ini Selama Di Rumah Aja Covid-19, dari Jim Carey Sampai Tom Hanks

Liputan6.com, Jakarta “Pelaku industri film terdampak wabah Covid-19 seperti pelaku di industri lain. Proses produksi terhenti di bulan Maret. Juli kemarin kami mulai persiapan lagi,” beber Joko Anwar saat berbincang dengan Showbiz Liputan6.com via telepon baru-baru, ini.

Wabah Corona Covid-19 memasuki bulan keenam. Joko Anwar beraktivitas dengan tetap berpijak pada protokol kesehatan. Selama berkegiatan di rumah saja, ia mengisi waktu santai dengan menonton sejumlah film ringan berkelas.

Genrenya beragam dari komedi sampai drama remaja dekade 1990-an. Joko Anwar merekomendasikan 6 film berikut ini untuk Anda yang jenuh di rumah saja. Tonton, yuk?

 

2 dari 7 halaman

1. Tootsie (1982)

Salah satu mahakarya Sydney Pollack yang juga salah satu film terbaik tahun 1982. Meraih 10 nominasi Oscar termasuk Film Terbaik, Tootsie mengantar Jessica Lange menjadi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Joko Anwar mengenang film ini sebagai sajian aman untuk seluruh anggota keluarga. “Dibintangi juga oleh Dustin Hoffman, Tootsie bagi saya tontonan yang mampu mendekatkan antar-generasi dalam sebuah keluarga,” cetusnya.

3 dari 7 halaman

2. Sleepless in Seattle (1993)

Diakui kritikus film sebagai pertemuan terbaik Tom Hanks dan Meg Ryan di layar lebar, Sleepless in Seattle film pilihan Joko Anwar berikutnya selama wabah Covid-19.

“Sesuntuk apapun saya, saat nonton film ini membuat hati menjadi hangat,” urai Joko Anwar. Sleepless in Seattle bukan sembarang komedi romantis. Ia diganjar 2 nomiasi Oscar untuk Naskah Asli dan Lagu Tema Terbaik. 

4 dari 7 halaman

3. Groundhog Day (1993)

Komedi romantis yang luput dari pandangan komite The Academy ini kebanjiran pujian kritikus. Chemistry Bill Muray dan Andie MacDowell terasa pas sekaligus solid.

“Ini bukan film kosong. Ringan tapi bukan hiburan sesaat. Menghibur dan penuh perenungan,” Joko Anwar menggambarkan Groundhog Day. Film ini bertumpu pada tiga tokoh utama, yakni ahli meteorologi Pill Connors (Bill), produser program berita Rita (Andie), dan juru kamera Larry (Chris Elliott). 

5 dari 7 halaman

4. Ace Ventura: Pet Detective (1994)

Salah satu titik balik karier Jim Carey terjadi saat membintangi Ace Ventura: Pet Detective. “Ini salah satu film Jim yang paling meledak, menghibur, dan bisa menghilangkan stres meski ditonton berkali-kali. Menampilkan aksi konyol Jim seolah dia sendiri menguasai panggung,” Joko Anwar mengulas.

Ace Ventura salah satu fenomena dahsyat di tangga box office di eranya. Diproduksi dengan biaya 15 juta dolar AS (sekitar 210 miliar rupiah), film ini mengeruk pendapatan 107 juta dolar AS (1,5 trilun rupiah) dari seluruh dunia. Wow!

6 dari 7 halaman

5. Clueless (1995)

Generasi 1990-an mana suaranya? Masih ingat si cantik Alicia Silverstone, dong? Salah satu film terbaiknya yakni Clueless. Di sini, aktingnya diadu dengan Stacey Dash dan (almarhum) Brittany Murphy.

Bagi Joko Anwar, karya sineas Amy Heckerling, ini kisah klasik teenagers dan orangtua yang mewakili sebuah dekade namun tetap relevan ditonton di zaman sekarang untuk berkaca tentang masalah keluarga dan kehidupan.

7 dari 7 halaman

6. The Disaster Artist (2017)

Film ini bukti autentik kepiawaian James Franco sebagai aktor sekaligus sutradara. “Film ini memang bukan untuk semua kalangan. Bagi mereka yang tertarik dengan film-making, The Disaster Artist penting untuk ditonton. Selain kocak, adegan dan dialog film ini menggigit,” Joko Anwar berpendapat.

Sebelum diganjar nominasi Oscar untuk Naskah Adaptasi Terbaik, The Disaster Artist mengantar James Franco meraih Golden Globe Pemeran Utama Pria Terbaik Film Musikal atau Komedi.