Sukses

Pencipta Lagu Aku Bukan Boneka Kaget Video Klip Kekeyi Dihapus di YouTube

Liputan6.com, Jakarta - Lagu Kekeyi yang berjudul "Keke Bukan Boneka" mendapat sorotan luar biasa. Bahkan, video klipnya menjadi tren di YouTube selama enam hari. Sayang, Kamis (5/6/2020) malam, video ini di-take down YouTube. Padahal, saat itu jumlah views-nya lebih dari 15 juta.

Video klip ini dihapus dari YouTube karena dianggap melanggar copyright lagu "Aku Bukan Boneka" milik Rinni Wulandari. Sejak pertama diluncurkan, lagu ini menjadi kontroversi karena dinilai ada bagian yang mirip dengan "Aku Bukan Boneka" yang populer pada 2007.

Terkait hal ini, pencipta lagu "Aku Bukan Boneka", Novi Umar, angkat bicara. Ia terkejut karena tiba-tiba video klip itu telah di-take down dari platform YouTube.

2 dari 5 halaman

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

"Saya juga kaget ini di-take down. Kemudian tadi pagi ada capture-an Kevin Aprilio, Kekeyi bilang dia enggak hapus. Setahu saya YouTube juga punya aturan yang ketat," kata Novi Umar saat dihubungi wartawan, Jumat (5/6/2020).

Sebenarnya, Novi Umar sudah mendiskusikan hal ini dengan label Sony Music. Novi menyarankan agar kasus dugaan pelanggaran copyright ini diselesaikan secara kekeluargaan.

3 dari 5 halaman

Ada Keringat Kekeyi Juga

"Saya bilang jangan (ke hukum) karena lebih baik dibicarakan kekeluargaan saja. Karena, kan di sini ada hasil keringat Kekeyi juga. Bicara kekeluargaan saja, makanya Sony Music ngerasa harus gimana," ia menerangkan.

4 dari 5 halaman

Diserahkan ke Sony Music

Belum sempat persoalan ini diselesaikan dengan Kekeyi, video tersebut telah menghilang. Novi Umar menyayangkan hal ini. "Kalau dari saya, sampai detik ini saya maunya bicara baik-baik. Saya enggak masalah. Saya dari awal sudah serahkan ke pihak Sony," paparnya.

 

5 dari 5 halaman

Keke Sudah Minta Maaf

Sebelumnya, tak lama setelah lagu tersebut dirilis, Kekeyi menyampaikan permohonan maaf kepada Novi Umar. "Hari Minggu itu Keke ada DM saya. Dia minta maaf, ya sudah saya maafkan. Saya serahkan semuanya ke Sony Music. Jadi urusannya Sony Music karena ini aset mereka," ia mengakhiri.