SHOWBIZ UNCENSORED: Kekasihku Check-In Dengan Bintang Sinetron Stripping Papan Atas (bagian 2)

Di bagian ke-2 Showbiz Uncensored apa keseruan ceritanya?

Diterbitkan 05 Maret 2020, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta “Kar, aku mau jelaskan semua ini,” Wardhana menyela. Aku menatap cowok yang paling aku banggakan ini dengan rasa kecewa mendalam. Air mataku kembali merembes. Setelah beberapa detik menenangkan diri, aku mencoba menjawab.

“Pertama, jangan bikin fakta memalukan ini seolah adegan sinetron. Kedua, jangan harap tahun depan kita menikah. Ketiga, gue jijik melihat kalian berdua. Kalau mau melanjutkan ronde berikutnya, silakan lo,” jawabku kemudian bergegas keluar kamar. Tak terbilang berapa kali aku menangis saat itu.

Dadaku sesak. Rasanya mulai kembang kempis. Aku hanya ingin cepat-cepat meninggalkan hotel. Wardhana yang mengikuti dari belakang meraih lengan kiriku namun kukibaskan. Adegan seperti ini sering kujalani di sinetron. Sialnya, ini terjadi di kehidupan nyata.

“Kara, honey, please…” Wardhana memanggilku.

Menangis di Dalam Lift

Don’t make a scene!” sahutku sambil menekan tombol lift. Untunglah saat kupencet tombol, pintu lift langsung terbuka. Aku masuk. Wardhana ikut masuk namun kudorong tubuhnya.

Don’t make a scene. Sana, lanjutin!” kataku sambil menekan tombol tutup pintu lift. Pintu pun tertutup. Aku kembali melanjutkan tangis di dalam lift. Sendirian. Melewati lantai 1, buru-buru kuhapus air mata, kemudian mengenakan topi dan masker. Sampai di lobi hotel, aku menghubungi Budi lewat ponsel.

“Bud, masih makan?” tanyaku dari ujung telepon.

“Iya, Mbak. Mbak Kara mau jalan-jalan?”

“Bud, lo kalau mau inap pakai kamar yang tadi gue pesan enggak apa-apa. Gue mau pulang naik taksi aja.”

“Lah, kok jadi saya yang pakai kamar Mbak Kara-nya malah pulang?”

“Sudah lo santai saja. Anggap ini komplimen dari gue. Besok gue ke lokasi syuting bareng Sam (Samana -red.). Lo nyusul ke lokasi syuting habis jam 14 enggak apa-apa. Tadi resepsionis bilang karena ini low season, tamu bisa late check in jam 13-an.”

“Waduh Mbak saya jadi enggak enak, nih.”

Bye Bud, sampai besok.”

4 Pertanyaan untuk Wardhana

Di sisi kanan lobi hotel berderet taksi mewah. Aku minta petugas lobi memanggil salah satu taksi ke lobi. Di dalam taksi aku menghubungi Sam, memintanya agar menjemputku esok pagi jam 6 lalu berangkat bareng ke lokasi syuting. Sam mengiyakan. Sepanjang perjalanan pulang dengan taksi, aku bertanya-tanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Pertama, apakah Wardhana langsung meninggalkan hotel? Kedua, apakah Wardhana memilih menghabiskan malam bareng Putri? Ketiga, sudah berapa lama mereka menjalin hubungan di belakangku? Terakhir, kurang apa aku sampai Wardhana menduakanku? Makin berpikir, makin aku emosi. Air mata menetes lagi. Tiba di rumah, aku bergegas masuk kamar, mandi, dan tiduran. Ya, Wardhana berkali-kali menghubungiku namun tidak kugubris. Beberapa pesan Wardhana masuk ke WhatsApp tapi tetap kuabaikan.

Halaman
Show All
Anjali LTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan