Sukses

SHOWBIZ UNCENSORED: Aku Dilabrak Istri Sah Seorang Produser (Bagian 3)

Liputan6.com, Jakarta Keesokan harinya, 9 teman artis datang ke kediamanku untuk menggelar arisan tas. Menyenangkan rasanya, akhirnya bisa sejajar dengan para seleb yang selama ini menjadi pemeran utama atau pendukung. Aku satu-satunya pemeran pendukung film yang notabene mantan figuran sinetron.

Dari 10 orang yang duduk cantik di ruang tamu kediamanku, akulah yang rekam jejaknya di dunia hiburan paling pendek. Main sebagai pemeran pendukung di film horor dan selebihnya jadi figuran. Bangga, sih kini akhirnya aku sejajar dengan mereka.

 

Tak mau malu, aku telah memesan katering di vendor milik salah satu artis senior. Set makanan kudu cetar karena ini arisan pertama dan aku didapuk menjadi tuan rumah. Kepada kesembilan artis ini, aku mengumumkan dresscode-nya batik tulis monokrom. 

2 dari 9 halaman

Hadiah Hadir Emas Batangan

Ugh, aku membeli kain batik tulis repro yang selembarnya sejuta rupiah saja. Lalu jahit ke penjahit langganan. Biar tampak cetar, aku bikin gaun terusan tanpa kerah yang memperlihatkan leher. Di sanalah, bertengger kalung emas putih dengan bandul berlian.

Biar tambah mewah, sengaja pakai dobel V biar kayak anak muda kekinian, aku pakai anting berlian juga. Pergelangan tangan enggak perlu pakai perhiasan. Takut penampilanku kehebohan. Takut dibilang norak kayak penyanyi dari kampung ke kampung.

Tamu pertama yang datang, Violeta Sasmita, penyanyi dangdut yang kini main sinetron dengan rating menjulang. Yang datang paling awal berhak mendapat emas batang seberat 10 gram dipersenbahkan oleh the one and only Kavita Barata. Cihuy!

 

3 dari 9 halaman

Lupa Janji Dengan Tri

Di tengah arisan, Tri meneleponku.

“Vit, gue WhatsApp dari 45 menit yang lalu kenapa enggak diangkat, sih? Gue nunggu di luar rumah sudah kayak pengemis. Gue mau masuk sungkan, katanya lo lagi arisan sama teman-teman artis lo,” cetus Trika dari ujung telepon.

Astaga, aku sampai lupa hari ini ada janji dengan Tri. Aku langsung silam sejenak dari forum arisan yang sedang asyik membahas Denisa Diana, bintang sinetron yang tertangkap narkoba padahal kariernya baru saja dimulai sebagai pemeran utama. Kasihan.

4 dari 9 halaman

Sorry Banget

“Tri, sorry gue enggak dengar ada pesan masuk soalnya ponsel gue silent. Lo masuk dari pintu samping habis itu tunggu di teras belakang atau dapur, ya. Nanti Mbak Nani bakal menyambut lo. Sorry banget ya, Tri,” jawabku setengah berbisik.

“Oke, deh,” sahut Tri ringkas, lalu mematikan ponselnya. Aku menarik napas sejenak kemudian kembali ke arisan yang suasananya semakin meriah.

“Aduh, Jeung Vita terima telepon sambil bisik-bisik takut kedengaran bisnisnya, ya? Cucok, deh. Dari siapa, sih Jeung?” seloroh Denisa sambil menyenggol lengan kiriku.

5 dari 9 halaman

SPG Kartu Kredit

“Biasalah, SPG menawarkan kartu kredit. Lelah enggak, sih gue harus pura-pura ramah padahal sudah muak dengan sikap SPG kartu kredit yang sok ramah dan sok kenal,” jawabku lalu menyeruput teh tawar hangat. “Sampai di mana tadi gosipnya,” aku menyambung.

“Tuh, artis dan narkoba. Sebentar eike numpang ke toilet,” sahut Tasya Adriana, sang model catwalk yang lagi ramai digunjing warganet karena video mesranya di kolam renang pribadi dengan pacar bule dari Spanyol diunggah ke Instagram. Ia melenggang ke belakang, menuju kamar kecil, melewati dapur bersihku.

6 dari 9 halaman

Dua Dayang

Lima menit kemudian, Tasya kembali ke forum arisan yang makin panas. Kali ini kami membahas seorang bintang film yang merusak rumah tangga seorang sutradara. Ouch!

“Jeung Vit, gaya banget, sih punya dayang-dayang dua. Tuh, lagi bercengkerama di teras belakang. By the way gaji pembantu sekarang berapa, deh? Aku tuh pengin punya ART buat di apartemen. Jeung Vit kalau ART-nya punya koneksi, kabar-kabari, dong. Tahu sendiri, kan nyari babu yang punya integritas zaman sekarang susahnya setengah mampus,” kata Tasya.

“Iya, nanti gue tanyain ke mereka berdua,” jawabku.

7 dari 9 halaman

Best Dress Dapat i-Pad

Arisan berlangsung meriah. Semua senang. Usai dikocok dan Tasya menang, mereka semua pulang. Sebelum pulang, terjadi aksi puji-puja. Ada yang bilang, rumahku enggak seberapa luas tapi bersih dan super-nyaman. Ada yang bilang makanannya Indonesia banget dan enak.

Ada yang bilang, doorprize dan hadiah hadirnya enggak kira-kira. Dan tentu saja aku menang best dress. Hadiah pemenang best dress berupa i-Pad dipersembahkan oleh sponsor tunggal ketua arisan kami, Miranda Ayani. Dan kami sepakat, memberi nama geng arisan kami, Geng Monokrom.

Foto pertama diunggah olehku di Instagram, sebagai tuan rumah arisan pertama. Well, kembali ke urusan dengan Trika. Setelah para tamu pulang bersama goody bag persembahan Kavita Barata, aku langsung bergegas menuju dapur.

8 dari 9 halaman

Tri Akan Menikah

“Eh, gimana-gimana, Tri?” aku memulai percakapan. Entah mengapa, Tri kurang bersemangat untuk bercerita padaku, siang itu.

“Gue enggak lama-lama ya, Vit. Cuma mau kasih undangan pernikahan gue aja. Datang, ya? Gue akhirnya menerima lamaran Rasyid,” ucap Tri sembari mengulurkan undangan.

“Rasyid Wiguna yang selama ini antarjemput gue ke lokasi syuting? Ya Tuhan, si pemuda baik hati dan tidak sombong itu? Oh my God!”

“Datang ya, Vit. Tiga minggu lagi, kok. Jadi masih ada waktu untuk mengatur jadwal. Pernikahanku sederhana digelar di rumah ibadah, lanjut resepsi di gedung serbaguna Bahagia yang lokasinya di seberang rumah ibadah persis,” beri tahu Tri.

“Gedung Bahagia tahu banget. Kan gue pernah syuting jadi figuran di situ. Siap!” kataku.

Tri kemudian pamit. Dia merangkulku, kemudian memeluk Nani. Tri pulang dengan ojek online. Rumah kembali sepi. Aku meminta Nani membereskan ruang tamu. Pak Janu meneleponku. Ia menanyakan bagaimana suasana arisan Monokrom jilid pertama. Aku menceritakan dengan antusias. Gila, sebahagia itu aku punya grup arisan.

9 dari 9 halaman

Jalan-jalan ke Vietnam

Usai bercerita, Tasya meneleponku. Ia memintaku menemaninya jalan-jalan ke Vietnam. Berhubung aku belum pernah ke sana, aku langsung mengiakan. Tasya merencanakan jalan-jalan dua minggu lagi, selama 10 hari. Well, ini akan jadi perjalanan yang menyenangkan.

Pak Janu sudah menyalakan lampu hijau. Pelesir ke Vietnam, kata Pak Janu, tidak semahal yang dibayangkan. Pak Janu menghubungi seorang fotografer untuk mengabadikan momen liburanku dan Tasya selama di Vietnam. Foto-foto terbaik nanti akan diunggah ke Instagram. Oh, jadi begini resep kenapa foto liburan para artis papan atas selalu keren?

 

(Bersambung)

 

(Anjali L.)

 

Disclaimer:

Kisah dalam cerita ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan jalan cerita, tokoh dan tempat kejadian itu hanya kebetulan. Seluruh karya ini dilindungi oleh hak cipta di bawah publikasi Liputan6.com.

Loading
Artikel Selanjutnya
Doni Monardo: Pembatasan Sosial Skala Besar Jadi Babak Baru Lawan Corona
Artikel Selanjutnya
Sandiaga Ajak Masyarakat Donor Bantu PMI Tingkatkan Stok Darah