Sukses

Chef Juna Jadi Juri Kompetisi Memasak oleh Brand Sayur Organik Ternama

Liputan6.com, Jakarta - Chef Juna Rorimpandey baru-baru ini diundang sebagai juri oleh brand sayur organik Sunrise dalam kompetisi yang digelar di Ranch Market Pondok Indah, Rabu (5/2/2020) lalu.

Sembilan tim yang berlomba, mendapatkan edukasi tentang cara pengolahan yang lebih baik dari Chef Juna. Kompetisi memasak bagian pertama ini, merupakan rangkaian acara bertema peningkatan kesadaran terhadap pentingnya memilih bahan-bahan memasak yang baik agar diolah dengan tepat, sehat, dan layak konsumsi.

Selepas acara, Chef Juna memberikan deretan tips memilih bahan-bahan sayur untuk memasak.

“Beda sayuran, beda kriteria. Namun salah satu tips utama adalah selalu cek untuk tingkat kesegarannya. Selain itu, walau merupakan pilihan masing-masing sayuran yang tanpa pestisida, umumnya lebih sehat dan organik. Begitu juga dengan sayur lokal, pilih yang terbaik,” tegasnya.

 

2 dari 3 halaman

Juri Selanjutnya

Pada kompetisi selanjutnya, Sunrise rencananya akan kembali mengundang Chef Juna untuk menjadi juri yang akan dilaksanakan akhir Februari 2020 di Jakarta.

Tema dan pesan yang diusung pun serupa: meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih bahan makanan dengan tepat dan konsumsi makanan lokal yang sehat.

3 dari 3 halaman

Brand Sunrise

CEO PT Tani Unggul Trading Nusantara, pemilik brand Sunrise, William Salim mengatakan bahwa Sunrise dibuat untuk memenuhi kebutuhan industri pangan modern di Indonesia.

“Sunrise ada untuk memberikan akses ke keluarga Indonesia untuk mendapatkan sayuran yang lebih sehat, segar, dan terjamin. Kami ingin konsumen menjalani gaya hidup sehat dengan memberikan alternatif sayuran lebih baik yang bebas pestisida,” jelasnya.

Selain itu, William juga ingin Sunrise dikenal sebagai Sayur Orang Baik.

“Untuk itu, kami merancang sebuah sistem agar setiap pembelian produk Sunrise, konsumen akan membantu 1 keluarga petani Indonesia. Sebagian keuntungan yang didapat disalurkan kepada program-program pelatihan dan pemberdayaan kepada lebih dari 300 petani setiap tahunnya,” jelas William.