Ip Man 4: The Finale, Jilid Pamungkas dengan Sekat Antagonis dan Protagonis Terlalu Tegas

Ip Man 4: The Finale menjadi babak pamungkas dari rangkaian perjalanan Sang Guru.

Diterbitkan 31 Desember 2019, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ip Man 4: The Finale menjadi babak pamungkas dari rangkaian perjalanan Sang Guru. Dimulai dengan Ip Man (2008) yang meraih 12 nominasi di Hong Kong Film Awards, Ip Man 2 menyusul 2 tahun kemudian.

Jilid ketiga Ip Man berlaga pada 2015 dan diakhiri dengan Ip Man 4: The Finale tahun ini. Masih menempatkan Donnie Yen sebagai pemeran utama, Ip Man 4: The Finale berlatar pengujung dekade 1970-an, saat isu rasialisme di Negeri Paman Sam menyengat.

Tema Ip Man 4: The Finale terasa relevan dengan wajah dunia yang belakangan rajin menyuarakan topik keragaman. Apakah Ip Man 4: The Finale menjadi penutup yang memuaskan?

Ip Man Mengidap Kanker

Dalam jilid ini, Ip Man (Donnie) ditinggal mati sang istri. Ia kini hidup bersama Ip Ching (Ye He). Ip Man berencana menyekolahkan anaknya ke Amerika Serikat. Terbang ke AS dan menetap di sana selama beberapa hari, Ip Man menitipkan Ip Ching kepada Fatso (Kent). Ip Ching menolak disekolahkan di AS.

Ia bahkan tak mau lagi bicara dengan Ip Man. Diam-diam, Ip Man menyimpan rahasia, yakni mengidap kanker akibat gemar merokok. Di AS, Ip Man mencari surat rekomendasi agar anaknya diterima di sana. Ip Man menemui ketua organisasi masyarakat Tionghoa di sebuah kawasan Pecinan. Sang ketua malah berkeluh kesah soal sepak terjang murid Ip Man, Bruce Lee (Danny) yang mengajar seni bela diri Win Chun lalu menerbitkan buku.

Buku ini dinilai meresahkan publik. Di sisi lain, gadis bernama Yonah (Vanda) dirundung Becca (Grace) dan kawan-kawan. Yonah melawan. Dalam kondisi terdesak, ia ditolong Ip Man. Becca yang terluka di wajah mengadu ke orang tuanya. Insiden ini berbuntut panjang.

Sambil Merem Mari Menebak

Ada pembagian yang sangat jelas dalam Ip Man 4: The Finale yakni bagian drama dan aksi. Dalam satu segmen drama acapkali berujung konflik dan adu fisik. Misalnya, Ip Man asyik mengbrol dengan Bruce Lee lalu sekumpulan bule datang hanya untuk meledek seni bela diri Tiongkok.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Tak terima, terjadi baku hantam dan sambil merem kita tahu siapa pemenangnya. Formula ini berulang dengan tokoh protagonis dan antagonis berbeda. Repetisi ini membuat Ip Man 4: The Finale makin ke belakang makin kehabisan gereget. Penonton akhirnya makin santai sambil menanti babak akhir film ini menyajikan duel Ip Man dengan siapa, mengingat ada sejumlah tokoh antagonis yang dengan motivasi beragam.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan