Intan Hardja Jaga Eksistensi Lewat Single Ale Dimana

Presenter Intan Hardja kembali membuktikan eksistensinya di industri musik Tanah Air.

Diterbitkan 04 Desember 2019, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presenter Intan Hardja kembali membuktikan eksistensinya di industri musik Tanah Air. Pekan ini, Intan Hardja merilis single kedua berjudul "Ale Dimana".

Lewat single ini, Intan Hardja herharap eksistensinya di dunia hiburan terjaga. Mengingat, single pertamanya sempat bermasalah. Lagu "Ale Dimana" ditulis oleh musisi Loins Roberthus.

Uniknya, lagu Intan Hardja ini berisikan lirik campuran bahasa Indonesia dan Ambon. Terkait lirik campuran di lagu baru, Intan Hardja mengaku punya alasan khusus.

Cinta Budaya Indonesia

Alasannya, presenter yang pernah menyomasi Pablo Benua itu sangat mencintai keragaman budaya Indonesia.

"Salah satu alasan, karena ini mix bahasa Ambon dan Indonesia. Kan aku kalau travel suka di dalam negeri. Pas lihat budaya Indonesia itu gemetaran karena budaya kita begitu indah. Itulah (sebabnya) aku pengin sampaikan keindahan itu (lewat lirik lagu)," terang Intan Hardja saat jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (2/12/2019).

Dua Alasan Lain

Tak hanya itu, alasan lainnya karena Ambon kini telah menjadi kota musik Indonesia. Ditambah lagi, beberapa waktu lalu Ambon diterpa bencana.

"Awalnya karena pelatih vokal sekaligus pencipta lagunya dari Maluku. Pas latihan, Maluku kena gempa dan dari situ kami mulai meracik lagu," Intan Hardja menyambung.

Kagumi Glenn Fredly

"Kebetulan aku juga ngefans sama Glenn Fredly dan baru-baru ini Ambon diangkat jadi kota musik di Indonesia. Ini akan beda ketika aku menyanyikan lagu pop Indonesia dengan sentuhan bahasa Ambon," lanjutnya.

Optimistis Diterima Masyarakat

Intan Hardja menyadari merilis single di zaman sekarang tidak mudah mengingat industri musik tengah mengalami transisi ke era digital. Namun dengan materi lagu dan lirik unik, ia optimistis.

Terkait harapan, Intan Hardja ingin single keduanya dapat diterima di industri musik Tanah Air. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Alasan Kaus Bendera Konfederasi Mark Jadi Kontroversi, Terkait Sejarah Perbudakan AS

Surya Hadiansyah, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan