Sinopsis Miniseri SCTV Gadis Pemimpi Episode Senin, 9 September 2019

Gadis Pemimpi ditayangkan dari Senin-Jumat mulai pukul 15.30 WIB.

Diterbitkan 09 September 2019, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cintia langsung kicep karna dia memang tak punya bukti apa-apa, waktu itu dia hanya mendengar, tidak merekamnya. Cintia lalu minta maaf sama Bu Dewi. Tak berhasil dengan Bu Dewi, Cintia mau menemui Pak Abadi. Di sana Cintia melihat Pak Abadi sedang bersitegang dengan Pak Jamal dan Dito, Ternyata jalanan menuju toko Cahaya merupakan milik Pak Jamal. Dan, Pak Jamal yang masih dendam sama keluarga Cahaya, melarang orang-orang lewat tanahnya. Otomatis toko Cahaya sepi.

Hasilnya Nihil

Satu waktu, Ale dihadapkan pada sebuah tender yang cukup besar. Tapi Ale nggak paham, bagaimana step by step untuk mendapatkan tender itu. Ale minta tolong Dimas, tapi Dimas berkelit dia ada pekerjaan penting lain, Dimas minta Ale berusaha sendiri. Ale lalu coba mengerjakannya, tapi yang ada dia malah pusing dan stress sendiri, bahkan Cahaya kena semprot kekesalannya. Ale lalu ngabur dari kantor, nongkrong sama genk motornya lagi.

Cahaya jadi cemas, takut Ale disalahkan lagi sama Dimas dan Bu Dewi jika tender ini gagal didapatkan. Cahaya lalu coba mengerjakan tugas-tugas Ale, bahkan sampai larut malam dan kantor tutup. Pak Abadi cemas karna sampai larut Cahaya nggak kunjung pulang, ditelepon juga nggak aktif. Jalu lalu menelepon Ale, mengabarkan kalau Cahaya belum pulang kantor. Ale jadi sangat cemas, takut Cahaya kenapa-napa. Ale berusaha mencari Cahaya, tapi hasilnya nihil. Ale  sangat-sangat cemas dan menyesal sudah cuekin Cahaya. Ale curhat sama Dimas soal Cahaya yang tiba-tiba hilang, belum pulang ke rumah padahal sudah lewat tengah malam. Diam-diam Dimas menyuruh orangnya buat cari Cahaya, tapi hasilnya nihil juga.

Keduluan Ale

Keesokan paginya, Ale terkejut menemukan Cahaya ketiduran di kantor, di meja kerjanya. Ternyata Cahaya sampai begadang demi mempersiapkan bahan presentasi untuk tender yang harusnya dikerjakan Ale. Hati Ale langsung meleleh. Ale bahkan nggak malu cerita kalau dia hampir nangis gara-gara mencemaskan Cahaya semalaman.

Cahaya lega sikap Ale kemvali baik. Cahaya lalu minta maaf lagi. Ale mau memaafkan, asalkan Cahaya terima cintanya. Tak disangka Cahaya terima cinta Ale, Ale sangat senang. Tanpa mereka tahu, Dimas dari tadi menguping di balik pintu. Dimas sangat kecewa keduluan Ale.

Terisolasi

Dimas kabur dari jam kantor untuk menghilangkan kegalauannya. Tapi Dimas malah bertemu dengan Cintia. Cintia tanya kenapa Dimas murung begitu. Dimas hanya menggeleng. Cintia lalu mendesak Dimas segera melamarnya, mumpung kedua orang tua Cintia mau balik ke Indonesia. Dimas jadi kesal didesak terus. Dimas berkata tegas ke Cintia, jangan ganggu dia dulu. Setelah itu Dimas pergi. Cintia tahu, pasti ini gara-gara Cahaya.

Cintia lalu menemui Dito. Cintia akan beli tanah Pak Jamal yang menuju ke toko Cahaya. Cintia kasih  DP hari ini juga, tapi tanah itu harus segera di-blok. Keesokan harinya, Cahaya dan Pak Abadi sangat terkejut karna jalanan yang menuju toko mereka, sudah ditembok tinggi, sehingga toko mereka terisolasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan