Sukses

Mus Mulyadi Sempat Video Call dengan Putrinya Sebelum Meninggal Dunia

Jakarta Penyanyi yang akrab dengan musik keroncong, Mus Mulyadi tutup usia pada Kamis (11/4) pagi. Sebagai istri yang ditinggalkan, Helen Sparingga mengucapkan terima kasih kepada suaminya yang sudah setia menemaninya dan selalu perhatian dengannya. Helen juga percaya Mus Mulyadi sudah bersama Tuhan di surga.

"Terima kasih atas perhatiannya buat suami saya Mus Mulyadi. Umur 73 tahun, meninggal tadi pagi jam 9 lebih. Mohon maaf atas kesalahannya. Saya percaya Mas Mul sekarang sudah diterima di surga, kembali pulang ke rumah Bapa. Sebagai orang beriman, kami percaya," ujar Helen Sparingga saat ditemui rumah duka Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (11/4/2019).

Helen juga mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda akan ditinggalkan oleh Mus Mulyadi. Pasalnya, semalam mereka masih membicarakan perihal tawaran menyanyi.

"Tadi malam juga bisa saya pulang. Dia juga udah sehat kan, mau nyanyi ke Jogjakarta dan Bandung. Banyak tawaran nyanyi baik pelayanan atau pesta ulang tahun, show. Semangatnya juga masih besar, nggak ada tanda-tanda sama sekali. Tapi, ya Tuhan sudah meminta Mus Mulyadi pulang,” kata Helen.

 

2 dari 3 halaman

Bersyukur

Tetapi, Helen mengaku bersyukur karena suaminya tidak harus merasakan sakit berlama-lama lagi. Sebab, Mus Mulyadi diketahui sudah menderita penyakit diabetes sejak 1984.

"Untung nggak sakit lama-lama. Masuk dokter tuh karena dia lemes jadi masuk opname. Terus, pindah kamar yang bagus. Terus, bagus semua, liver bagus, jantung bagus, semuanya bagus. Gulanya pun sudah bagus, dari 600 ke 158. Jadi, sebetulnya memang sudah waktunya Tuhan memanggil,” papar Helen.

 

3 dari 3 halaman

Video Call

Pada awak media, Helen hanya mengatakan bahwa Mus Mulyadi sempat menunggunya dan menghubungi putrinya sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

“Setelah video call meninggal. Jadi, nunggu saya (datang) dan video call anak saya yang perempuan,” tandas Helen.

Mus Mulyadi meninggal dunia di usia 73 tahun. Musisi kelahiran Surabaya, 14 Agustus 1945 itu disebut sebagai buaya keroncong. Lagu-lagu yang populer dibawakannya antara lain, Kota Solo, Dinda Bestari, Telomoyo, dan Jembatan Merah.

Sumber:Jawapos.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Begini Kondisi Mus Mulyadi Saat Berjuang Hadapi Kebutaan
Artikel Selanjutnya
Diabetes dan Kebutaan yang Mendera Mus Mulyadi Semasa Hidup