Sukses

Sinopsis Miniseri Dua Dunia Salma Season 2 Episode Ke-2 Selasa 2 April 2019

Liputan6.com, Jakarta Dua Dunia Salma season 2 memasuki episode kedua. Salma dan Rio sama-sama dalam kondisi terpuruk, mimpi manis mereka lenyap seketika. Bima, Pak Ardan dan keluarganya terus menguatkan Salma. Sementara itu Rio sekarang benar-benar jadi pengangguran, mobil dan tabungan Rio ludes untuk biaya rumah sakit dan operasi jantung Bu Sinta. Salma tak bisa memaksakan Rio menikahinya dalam kondisi seperti ini.

Dan, Salma tak mau menyerah, dia akan membantu Rio. Tapi, Pak Ardan lebih realistis, Salma tak akan mampu membantu masalah ekonomi keluarga Rio. Karena Salma sendiri harus mati-matian untuk jadi tulang punggung keluarganya. Tapi Salma masih punya harapan, ia kembali ke laundry-nya.

Di episode Dua Dunia Salma season 2 ini juga diceritakan ternyata di balik kekacauan ini ada Vira dan Mamanyam Bu Sofie, Tanpa diketahui siapapun, Vira yang sakit hati, dibantu Bu Sofie menyusun rencana besar untuk menghancurkan Rio, Salma, dan keluarga mereka secara perlahan-lahan.

Star Apps, perusahaan milik Rio langsung diambil alih oleh Vira. Dan, Vira bahkan mengangkat Leny sebagai direktur, karena Leny lebih mudah disetir. Bima dan Dewi shock mengetahui perusahaan tempat mereka kerja sekarang dikuasi oleh Vira. Tapi Vira meyakinkan Bima, apa yang dia lakukan bukan mengambil alih, tetapi menyelamatkan perusahaan Rio yang kalah tender. Vira pura-pura baik kepada semua karyawan disana. Bahkan Bima dijadikan kepala OB.

Apa yang terjadi di Dua Dunia Salma season 2 selanjutnya?

 

2 dari 2 halaman

Berubah Baik

Rio terpaksa mambawa Mamanya pulang dari rumah sakit karena biaya makin membengkak. Tapi ternyata rumah keluarga Rio sudah disita bank karena masalah utang-piutang perusahaan yang harus diselesaikan. Salma membantu Rio mencari kontrakan baru, akhirnya Rio tinggal di dekat rumah Salma, supaya Salma bisa ikut merawat Bu Sinta yang masih sakit.

Meski Bu Sinta marah dan benci pada Salma yang dianggap penyebab kebangrutan perusahaan, tapi Salma tulus merawat Bu Sinta. Pak Ardan jelas mencak-mecak, Salma bukannya mengurus adik-adiknya, malah sibuk ngurusi Bu Sinta dan Rio yang notabane masih gagap miskin.

Baru kali ini Rio benar-benar merasakan menjadi orang susah, banyak nyamuk, tanpa AC dan listrik rumah sering mati. Rio benar-benar tidak siap. Beruntung Salma terus menjadi penghibur dan penguatnya. Vira juga datang menemui Rio. Vira merasa simpati dan membantu Rio dengan membawakan makanan juga barang-barang kebutuhan Rio dan Bu Sinta. Salma jadi cemburu, apalagi sikap Rio mulai cair pada Vira, karena sikap Vira memang sudah berubah baik.