Widi Puradireja Ajak Finalis Go Ahead Challenge Eksplore Kemampuan

Widi Puradireja memberikan mentoring kepada duo Ramadani ‘Erce’ Sumanto dan Aditya Darmawan.

Diterbitkan 26 Januari 2019, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menjadi mentor di ajang Go Ahead Challenge (GAC) telah menjadikan pengalaman tersendiri bagi drumer grup band Maliq & D'Essentials, Widi Puradireja. Ajang tahunan ini memang mengambil tema ‘Karya Gak Tau Batas’, dan sukses menjaring 18 finalis untuk mengasah skill melalui sesi diskusi dan pelatihan secara intens bersama 8 tokoh ternama di bidang musik, visual art, fotografi, dan kuliner. Mereka memberikan mementoring para finalis untuk mempertajam ide unik dan berani yang merupakan peleburan dari dua passion. 

Untuk membantu para finalis dalam mewujudkan ide menjadi sebuah karya tanpa batas, Widi Puradireja juga bersama dengan Jason Ranti, Bill Satya, Naufal Abshar, Kendra Ahimsa, William Gozali, dan Martin Natadipraja memberikan mentoring secara intens.  Selama sesi mentoring, setiap finalis didampingi oleh dua orang kurator dari bidang berbeda untuk mengonsepkan ide mereka agar dapat dipresentasikan melalui karya.

Dalam proses penggodokannya sendiri Widi Puradireja mengaku sangat antusias untuk dapat melihat karya akhirnya. Beberapa ide di bawah arahan Widi terbilang cukup unik. Mulai dari live act painting diiringi lagu kreasi sendiri, membuat video musik dari hanya berbekal jepretan ponsel, instalasi visual art yang diisi dengan lagu kreasi sendiri, hingga penampilan teatrikal dilengkapi ilustrasi dan instrumen musik dari alam.

"Sejauh ini, para finalis berhasil meyakinkan saya bahwa mereka mampu mengikuti setiap arahan dan berani menantang diri mereka lebih jauh lagi. Di setiap sesi konsultasi, saya serta teman-teman kurator lain berusaha untuk mengajak mereka mengeksplorasi potensi yang mereka miliki dan mempertajam skill maupun ketertarikan mereka pada bidang apa pun," ujar  Widi Puradireja dalam keterengannya kepada Liputan6.com, Jumat (25/1/2019).

 

Proses Kreatif

Konsep penampilan teatrikal milik salah satu finalis arahan Widi, yaitu duo Ramadani ‘Erce’ Sumanto dan Aditya Darmawan, menjadi lebih berkembang dan menarik berkat pendampingan dari Widi dan Naufal sebagai mentor sekaligus kurator. Mereka yang tadinya hanya sebatas menampilkan musik dengan permainan alat unik terbuat dari bambu, kini dipersiapkan untuk membuat latar visual di atas panggung yang dapat menampilkan identitas serta cerita di balik lagu atau penampilan mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Kami sangat beruntung dapat menjadi bagian dari perjalanan GAC, karena banyak ilmu serta wawasan yang kami peroleh, bahkan dapat bertukar pikiran dengan teman-teman baru serta para ahli di bidang yang ingin kami geluti. Melalui sesi Creative Academy bersama para kurator, kami semakin sadar bahwa ada banyak hal yang perlu dipikirkan dan dipertajam dalam menciptakan sebuah penampilan atau karya seni. Namun hal tersebut menjadi sebuah tantangan, dan para kurator berhasil memberikan motivasi bagi kami untuk dapat mengubah ‘tapi’ menjadi sebuah bukti melalui karya," ujar Erce asal Balikpapan.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan