Sukses

Peter Rabbit, Kisah Si Kelinci Bandel ala Tom and Jerry

Liputan6.com, Jakarta - Bila menyebut nama Peter Rabbit, yang langsung  teringat mungkin adalah sesosok kelinci berjaket biru yang muncul di buku anak-anak populer karangan Beatrix Potter.

Kini, Peter Rabbit muncul dalam bentuk film live action yang bertabur bintang. Plot ceritanya berbeda dengan kisah The Tale of Peter Rabbit, meski masih memiliki beberapa elemen dari buku yang diterbitkan tahun 1901 tersebut.

Peter Rabbit (James Corden), adalah kelinci tertua di keluarga yang memimpin ketiga  adik perempuannya. Ada Flopsy (Margot Robbie), Mopsy (Elizabeth Debicki), dan Cotton Tail (Daisy Ridley), juga saudara sepupu mereka yang tambun, Benjamin (Colin Moody).

Mereka, adalah kelinci yatim piatu. Sang ayah, tewas dan jadi bahan pie oleh seorang petani pemarah yang tinggal di sebelah liang mereka, Tuan McGregor Tua. Peter Rabbit, juga bertekad untuk merebut kembali lahan sayuran Tuan McGregor yang dulu bebas dimasuki sang ayah untuk mencari makan.

1 dari 7 halaman

Saingan Baru

Harapan Peter Rabbit akhirnya tercapai. Tuan McGregor meninggal mendadak setelah terkena serangan jantung. Untuk sesaat Peter merasa menang, apalagi ia punya kawan yang menyayanginya, Bea (Rose Byrne).

Namun masalah baru muncul. Rumah dan tanah Tuan McGregor jatuh pada sang keponakan, Tom (Domhnall Gleeson). Hanya saja, ternyata Tom yang perfeksionis itu juga begitu membenci kelinci.

Yang membuat Peter semakin pusing, ternyata lama kelamaan Bea menjadi semakin dekat dengan Tom. Merasa mendapat saingan baru, Peter berupaya merebut kembali Bea dan kebun sayurannya.

2 dari 7 halaman

Lucu

Sekilas pandang, bisa terlihat bahwa salah satu kelebihan utama film Peter Rabbit, adalah mengenai visualnya. Sosok para kelinci dan binatang lain yang ditampilkan dalam film ini, terlihat begitu lucu dan menggemaskan.

Para penonton junior yang menjadi target utama film ini, mungkin bakal langsung tertarik.

3 dari 7 halaman

Humor Slapstick

Tak hanya visual, film ini juga menampilkan gaya humor slapstick ala Tom and Jerry yang rasanya bakal dengan mudah membuat penonton cilik tergelitik. Mulai dari adegan tangan terjepit perangkap tikus sampai terlempar karena kena setrum.

Meski begitu, ada sejumlah hal yang terbilang sensitif bagi penonton belia dalam film Peter Rabbit. Karena itu, ada baiknya para orangtua atau orang dewasa ikut mendampingi anak-anak yang ingin menonton Peter Rabbit.

4 dari 7 halaman

Dampingi Penonton Belia

Yang pertama, adalah soal lelucon slapstick yang membanjiri film ini. Ada kekhawatiran bahwa para penonton belia meniru apa yang ia lihat dalam film ini. Salah satunya, adalah adegan saat adik-adik Peter menembakkan blackberry ke mulut Tom. Padahal, Tom adalah penderita alergi buah ini.

Sejumlah orangtua di Australia dan Amerika Serikat bahkan melakukan protes keras karena adegan tersebut.

Adegan ini dikhawatirkan bisa ditiru oleh anak-anak, yang menganggap alergi—yang bisa membahayakan nyawa—adalah hal yang sepele.

5 dari 7 halaman

Tayang 23 Februari

Di luar itu, ada pula konten soal kematian yang ditampilkan secara cukup jelas. Bila Anda menganggap topik ini terbilang sensitif, maka sebaiknya Anda ikut mendampingi putra-putri yang hendak menonton film ini.

Peter Rabbit akan mulai ditayangkan di bioskop Tanah Air pada Jumat (23/2/2018) besok.

6 dari 7 halaman

Saksikan video menarik berikut ini

Artikel Selanjutnya
The Post, Potret Ketegangan dalam Dunia Jurnalistik
Artikel Selanjutnya
Black Panther, Jagoan Afrika yang Tak Kalah Keren dari Superhero Amerika