5 Fakta Ini Bikin Tambah Jatuh Hati pada Film Wonder Woman

Ternyata ada hubungan antara Wonder Woman dan Sailormoon. Apa itu?

Diterbitkan 02 Juni 2017, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Wonder Woman dan Sailor Moon

Ternyata ada hubungan menarik antara Wonder Woman dan Sailor Moon.

Di Negeri Sakura, promosi film ini dilakukan lewat iklan dengan narasi berbahasa Jepang. Naratornya, adalah Kotono Mitsuishi, dubber yang populer setelah mengisi suara Usagi Tsukino alias Sailor Moon dalam versi animasi tahun 1992. Hal ini tentu membuat fans bersorak.

Yang istimewa, Sailor Moon dan Wonder Woman sama-sama memiliki landasan mitologi Yunani/Romawi. Dua karakter perempuan jagoan ini juga merupakan sosok putri, yang satu adalah putri Amazon dan satunya adalah putri bulan.

 

Haters KO di Hadapan Gal Gadot

Gal Gadot mungkin kini memang panen pujian dari para kritikus film. Namun di awal penunjukannya sebagai Wonder Woman, ia sempat dicela oleh penggemar komik Wonder Woman. Tubuhnya—terutama di bagian payudara—dianggap kurang seksi untuk ukuran Wonder Woman. Selama ini, Wonder Woman memang digambarkan sebagai sosok bertubuh seksi.

Gal Gadot tidak tinggal diam mendapat serangan ini. Ia mengingatkan orang-orang yang mengkritiknya bahwa Wonder Woman adalah seorang prajurit Amazon.

"Wonder Woman adalah orang Amazon. Aku seharusnya hanya muncul dengan satu payudara. Orang-orang beruntung mendapat dua dada kecil," kata Gal Gadot. Dalam mitologi, beberapa sumber memang menyebut prajurit wanita Amazon menghilangkan satu payudara mereka untuk memudahkan mereka memanah atau melempar tombak.

Ketimbang memusingkan omongan haters, Gal Gadot memilih untuk benar-benar mempersiapkan diri demi peran ini. Ia berlatih sejumlah bela diri demi peran Wonder Woman.

"Kungfu, kickboxing, latihan pedang, jiujitsu, ada 1001 hal lain yang kulakukan... Aku juga akan menaikkan massa tubuhku," kata Gal Gadot dalam sebuah wawancara, sebelum proses produksi film ini.

 

Superhero Wanita Dekade Ini

Coba pikirkan sejenak, film superhero apa yang benar-benar menjadikan wanita sebagai tokoh utamanya? Anda kesulitan? Ini bukan hal yang mengherankan. Pasalnya, dua film superhero terakhir yang fokus mengangkat karakter wanita sebagai tokoh utama adalah Elektra (2005) dan Catwoman (2004).

Namun berbeda dengan dua film ini, Wonder Woman mendapat sambutan yang jauh lebih baik dari para kritikus. Di Rotten Tomatoes, Elektra hanya mendapat skor 10 persen, sementara Catwoman cuma mendapat nilai sembilan persen.

Wanita Berjaya di Depan dan Belakang Layar

Tak cuma di depan layar, ternyata "kejayaan" para perempuan juga berlanjut di belakang layar. Mengangkat film tentang pahlawan super perempuan, ternyata sutradara film ini pun wanita, Patty Jenkins.

Ia adalah sutradara wanita pertama yang mengarahkan film superhero dengan tokoh utama perempuan. Wanita yang menyutradarai film superhero di Hollywood memang sangat sedikit. Sebelum Patty Jenkins, hanya ada Lexi Alexander yang menyutradarai The Punisher pada 2004.

Patty Jenkins sebelumnya dikenal lewat serial komedi populer Arrested Development dan Monster—film yang memenangkan Piala Oscar untuk Charlize Theron.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Fadjriah Nurdiarsih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan