Artis Indonesia Nyaris Bugil di Film Horor Bikin Gagal Seram

Beberapa film horor ini hanya menampilkan artis Indonesia yang mengekspos tubuhnya.

Diterbitkan 06 April 2017, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Masalahnya kain kafan itu milik seorang warga yang meninggal dunia, tak sudi harus dikubur dengan kain sarung. Hantu pocong bersarung itu kemudian menuntut balas. Tak hanya pada Tatang tapi juga Nani dan Sugandhi

Hantu Puncak Datang Bulan

Hantu Puncak Datang Bulan ditayangkan di layar lebar 2010 silam. Film ini tidak terkesan seram, malaj justru tampak vulgar karena diperankan sederet artis dengan tubuh aduhai. Bahkan, beberapa dari mereka juga rela mengekspos tubuhnya atau melakukan adegan vulgar demi film ini. Hantu Puncak Datang Bulan diperankan Andi Soraya dan Trio Macan.

Ceritanya mengenai seorang putri pemilik villa besar yang tewas terbunuh. Ternyyata dia terbunuh oleh pacarnya sendiri yang melakukan kekerasan seksual terhadapnya.

Hantu Puncak Datang Bulan (2010)

Sang pacar ternyata membunuh wanita malang itu. Akhirnya, putri pemilik villa tersebut tengah datang bulan, membuatnya menjadi hantu menstruasi yang bergentayangan di tempat tersebut.

Di sebuah adegan, Andi Soraya terlihat melakukan adegan vulgar dengan lawan mainnya. Bahkan, Andi Soraya terlihat seolah tengah bugil dalam adegan yang dilakukan di lamar mandi.

Hantu Tanah Kusir

Hantu Tanah Kusir yang tayang 2010 silam seharusnya mengisahkan tentang kisah mistis seorang kusir yang mewarisi delman kakak iparnya. Akibat sepi penumpang, sang kusir disarankan melakukan ritual di kuburan Tanah Kusir agar delmannya laris manis.

Ternyata delman sang kusir terukar dengan milik hantu. Hal itu justru mengubah hidup kusir yang akhirnya delmannya jadi ramai. Semua itu tidak berlangsung lama, mimpi buruk pun dimulai ketika hantu menagih sang kusir.

Hantu Tanah Kusir (2010)

Film tersebut gagal seram karena diperankan bintang porno Mario Ozawa atau Miyabi. Bahkan, Sinta Bachir juga ikut berperan di film ini, membuatnya terlihat seperti film porno.

Apalagi, Sinta Bachir sempat mengenakan lingerie, membuat tubuhnya menjadi tontonan. Selain itu, Sinta Bachir juga melakukan adegan vulgar di film tersebut.

Mati di Ranjang

Mati di Ranjang tayang 2010 silam. Judul film ini terdengar sangart mengerikan, namun saat melihat adegannya ternyata berbau vulgar. Film ini diperankan oleh Dewi Perssik yang dikenal sebagai penyanyi dangdut seksi.

Selain itu, ada juga Jenny Cortez yang berani mengekspos tubuhnya dengan mengenakan lingerie. Bahkan, ada adegan Jenny Cortez melakukan melakukan adegan intim dengan lawan mainnya.

Mati di Ranjang (2010)

Ceritanya mengenai Susan (Dewi Perssik) yang tengah hamil muda dan Odie (Indra L. Bruggman), pasangan pengantin yang baru saja menempati rumah baru. Susab sedang hamil muda. Mereka pun sibuk mencari berbagai perabotan untuk mengisi rumah mereka, salah satunya ranjang. Tetangga baru mereka, Lisye (Ayu Dewi) dan keponakannya Ling Ling (Zuzana Chang) menawarkan ranjang di toko furniture mereka, kebetulan ada barang baru.

Ketika Susan berkunjung, entah kenapa, salah satu ranjang di dalam toko tersebut seakan bernapas dan hidup. Susan pun memilih ranjang tersebut, ternyata membuat hidupnya menjadi mimpi buruk.

Rintihan Kuntilanak Perawan

Rintihan Kuntilanak Perawan juga tayang 2010 silam. Tampaknya tahun 2010, Indonesia diserang oleh film horor berbau vulgar. Kali ini, film ini diperankan Angel Lelga yang ketika itu masih berpakaian seksi.

Di film Rintihan Kuntilanak Perawan, Angel Lelga tampil berani dalam mengekspos tubuhnya dengan hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. Akhirnya, tubuh Angel Lelga menjadi tontonan. Selain itu, Angel Lelga juga tak malu melakukan adegan ciuman panas dengan lawan mainnya, Adreano Philiph.

Rintihan Kuntilanak Perawan (2010)

Padahal, ceritanya mengenao seorang pembunuh berantai, korbannya orang-orang di sekitarnya. Rupanya pembunuh tersebut ternyata seorang wanita cantik dan seksi. Bahkan, teror kuntilanak perawan juga sempat beredar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Desika Pemita, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan