Kejar-kejaran Seru Peserta Variety Show Ternama Dunia di Bali

Perjalanan peserta variety show The Amazing Race Asia Season 5 berlabuh di Bali. Seperti apa ceritanya?

Diterbitkan 18 Desember 2016, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Babak terakhir dari The Amazing Race Asia Musim Ke-5 dimulai dengan perjalanan ke Bali. Akhir dari cerita perjuangan para peserta dari beberapa negara di Asia. Eric dan Rona adalah tim pertama yang berangkat menggunakan kapal feri dari Banyuwangi ke Gilimanuk. Di sini, setiap tim harus menuju ke sebuah pura suci di Sanur dengan menggunakan mobil yang memakan waktu tiga jam perjalanan untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya.

“Inilah bagian terpenting, inilah yang membuat Anda memenangkan The Amazing Race, kita harus berjuang sekuat tenaga,” kata Eric.

“Kami mendaki tangga dengan sangat pelan…tapi di babak ini kita akan berada di posisi pertama,” komentar Maggie dan Parul.

“Kita akan memenangkan ini untuk Malaysia. Malaysia boleh!” kata Yvonne dan Chloe menyemangati satu sama lain.

Peserta The Amazing Race Asia harus membuat janur kuning atau penjor yang di bali dijadikan sebagai hiasan (foto: lifeisart)

Ketika para tim sampai di pura tersebut, mereka akan mendapatkan informasi rute di mana mereka harus merangkai janur kuning atau penjor khas Bali sampai memenuhi ekspektasi sang seniman, mengantarkannya ke daerah penjor di Pantai Mertasari.

Ketik

a Eric dan Rona serta  Yvonne dan Chloe sudah mulai merangkai penjor mereka, Parul dan Maggie terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Kali ini, keberuntungan berpihak pada tim ratu kecantikan Filipina. Pasalnya, kedua tim lain mengalami kesulitan dalam melakukan rangkaian yang benar dan mereka harus merangkai ulang kembali.

“Adrenalin menendang kami ketika kami tahu bahwa kami adalah tim yang terakhir sehingga kami harus mengerjakannya dengan cepat sehingga kami dapat melakukan tantangan berikutnya,” kata Maggie sambil terburu-buru menyelesaikan tantangan ini ketika Eric dan Rona sudah hampir selesai.

Makin Menegangkan

Setelah mereka menyelesaikan tantangan penjor, setiap tim akan mendapatkan informasi rute berikutnya di mana mereka harus menuju ke Taman Inspirasi dan mendaki Tiang Panjat Pinang setinggi 10 meter untuk mengambil hadiah yang sudah ditandai dan menukarnya dengan petunjuk selanjutnya.

Kemudian, para tim harus merakit perahu nelayan cadik dan mendayung ke suatu daerah di laut untuk mencari perangkap lobster yang sudah ditandai. Meskipun Eric & Rona sampai paling awal, pertandingan ini merupakan pertandingan yang sangat ketat karena ketiga tim hanya berjarak beberapa menit antara satu sama lain.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Kami memiliki awal yang bagus, kami tidak dapat bersantai-santai. Semuanya harus memiliki rasa urgensi,” kata Eric dan Rona mempercepat langkah mereka. “Jujur, saya cukup khawatir, karena simpul…baut…Saya tidak mengerti mengenai kedual hal tersebut,” komentar Yvonne dan Chloe, yang juga khawatir dengan tantangan ini. Eric-Rona, Parul-Maggie dan Yvonne-Chloe adalah tim pertama, kedua dan ketiga yang menemukan perangkap lobster dan menukarnya dengan informasi rute berikutnya. Mereka ternyata harus menuju ke Pura Samuantiga, sebuah tempat suci Bali tua yang sudah berumur 100 tahun untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya. Dalam sebuah peristiwa yang tidak terduga, seluruh tim mengalami kesulitan mendapatkan taksi. Dan ketika berhasil mendapatkan taksi, supir taksi Eric-Rona dan Parul-Maggie menolak untuk mengebut, memberikan kesempatan kepada Yvonne-Chloe untuk memimpin di babak ini. “Ya Tuhan, kami sampai disini pertama! Kejutan yang menyenangkan!” Yvonne dan Chloe terkejut ketika menemukan tiga amplop petunjuk di dalam kotak petunjuk. “Ini adalah babak di mana semuanya diperhitungkan dan hal terakhir yang ingin kamu lakukan adalah tersesat.” Parul dan Maggie mulai merasa frustasi.

Halaman
Show All
Desika Pemita, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan