Sukses

Roy Marten Dukung Pria Ini Jadi Ketum Parfi

Liputan6.com, Jakarta - Aktor senior Roy Marten dengan tegas mendukung keinginan aktor dan produser Andryega da Silva untuk maju menjadi Ketua Umum Parfi mendatang. Roy mengatakan hal itu dalam jumpa pers yang diadakan di rumah makan Omah Pawon, Jalan Ampera Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2016).

"Saya di sini memberi dukungan kepada bung Andryega sebagai ketua umum Parfi. Bahkan saat ini, rasanya dia sudah jadi ketua umum," puji Roy Marten disambut tepuk tangan puluhan anggota Parfi.

Roy Marten dukung Andryega da Silva untuk maju menjadi Ketua Umum Parfi

Jumpa pers juga dihadiri oleh Calon Ketua Umum Parfi Andryega da Silva, Wieke Widowati, Eddy Riwanto, Elly Ermawati, Piet Pagau, Amoroso Katamsi dan sekitar seratus anggota Parfi lainnya. Sebelumnya Andryega dan para pendukungnya melakukan ziarah ke makam pendiri Parfi Suryosumanto, di TPU Karet Bivak Jakarta.

Roy menambahkan, saat ini Parfi sudah pecah menjadi empat kelompok. Pertama, kubu Aa Gatot Brajamusti; kedua, kubu Andryega da Silva; ketiga, kubu yang ingin bikin kongres tandingan di Jakarta; dan yang keempat, kubu anggota Parfi yang apatis dan tak peduli,” kata Roy Marten.

Menurut Roy Marten, perkubuan di tubuh Parfi merupakan dinamika dari sebuah organisasi. Namun, dirinya tidak sepakat jika ada wacana kubu yang ingin membuat Parfi baru.

Roy Marten dukung Andryega da Silva untuk maju menjadi Ketua Umum Parfi

“Parfi hanya bagian kecil dari Indonesia, jumlah anggotanya 1300 orang. Dibandingkan 270 juta jiwa penduduk Indonesia, Parfi tidak ada apa-apanya. Tapi, organisasi ini dapat berkontribusi bagi negara jika dikelola dengan baik, oleh orang yang tepat,” kata Roy yang juga adalah Ketua Penyelenggara Kongres Parfi di Lombok.

Oleh karena itu, Roy Marten tidak sepakata dengan sikap beberapa pihak anggota Parfi yang tidak setuju dengan salah satu kubu, dan kemudian berencana membuat Parfi tandingan.

“Mari kita hidupkan organisasi Parfi dan lakukan pemilihan ketua baru di kongres dengan cara yang baik-baik. Tidak perlulah membuat Parfi baru atau Parfi tandingan, atau kongres tandingan di Jakarta,” Roy Marten menutup.