Sukses

Artis-artis Ini Memulai Bisnis Kain Tenun

Liputan6.com, Jakarta Mengangkat kerajinan budaya Indonesia banyak dilakukan oleh beberapa orang dalam bisnisnya. Mereka mengangkatnya sekaligus untuk memperkenalkannya. Kerajinan tenun salah satunya yang banyak dikenal masyarakat dalam dan luar negeri.

Tak hanya masyarakat, para artis pun tergoda dan terpicu untuk mengangkat kerajinan Indonesia itu untuk dijadikan bisnis. Bagi mereka, ini sekaligus bekal mereka ketika sudah tidak lagi menjadi artis.

Siapa sajakah mereka? Liputan6.com mencatat beberapa nama artis yang ikut berbisnis kain tenun tersebut.

2 dari 5 halaman

Raffi Ahmad 

Meskipun sudah terbilang sukses, artis Raffi Ahmad tetap melebarkan sayapnya di dunia bisnis. Raffi mencoba mencoba peruntungan di bisnis kain tenun dengan merilis produk sarung berlabel Rachmad yang merupakan singkatan dari nama dirinya.

Diakui Raffi, ide berbisnis kain tenun muncul secara mendadak. Menurutnya idenya muncul berdasar dari momentum memasuki bulan puasa. Dan benar, seminggu sebelum bulan puasa 2015 Raffi melaunching produk sarung tenun miliknya di beberapa pusat perbelanjaan ternama di ibukota.

“Baru tiga minggu sudah hampir habis. Tinggal sisa yang warna-warna gelap saja karena warna terang sudah habis dibeli. Tidak menyangka laku juga," tutur Raffi Ahmad.

Diakui Raffi jika dirinya ikut menentukan motif-motif dalam kain sarung tenunnya. Bisnis itu diniatkan raffi sebagai investasi jangka panjang di hari tua, bila sudah tak lagi banyak nongol sebagai artis.
Nanti saya mau bikin peci, kokoh, baju muslimahnya juga. Ini jangka panjang. Liat nanti lah, start awal lewat sarung Rahmad dulu," tandas Raffi.

3 dari 5 halaman

Ivan Gunawan

Desainer Ivan Gunawan kerap kali mendesain berbagai macam pakaian. Namun kali ini, Ivan sudah memulai desain baju dengan aplikasi tenun. Bahkan, busana perpaduan wastra tenun itu telah dipamerkan Ivan di berbagai macam mode untuk dipamerkan dan dijual.  Hingga kini sudah banyak desain baju tenun yang dibuatnya. Baju-baju  itu pun sering tampil di layar kaca pada acara kontes penyanyi akhir-akhir ini.

“Kalau bahan tenunkan tidak menyerap keringat, makanya untuk koleksi ini saya melapisi tenun dengan puring katun sehingga sangat nyaman untuk dipakai dalam keseharian," kata Ivan.

Ivan sendiri mengaku mulai mendesain baju dengan aplikasi tenun pada tahun 2013. Tepatnya saat momen Indonesia Fashion Week (IFW). Saat itu dia merancang busana dari tenun sutra Mandar dari Sulawesi Barat. Harga busana yang dibandrol pun cukup terjangkau. Mulai dari Rp 450 ribu – Rp 1 juta.

4 dari 5 halaman

Zaskia Sungkar

Zaskia Sungkar diketahui mulai menekuni bisnis fashion. Kakak dari Shireen Sungkar ini terjun sebagai desainer busana. Meski belum banyak jam terbang rupanya pamornya langsung meledak. Zaskia perna membuat baju muslim dengan aplikasi tenun rangrang untuk dibawa ke ajang Couture Fashion Week 2015 di New York.
"Setiap manusia pasti memiliki harapan pencapaian. Bagi saya, ini adalah impian yang terwujud," ungkap Zaskia

Selain itu, istri Irwansyah ini mengaku ingin lebih memperkenalkan tenun Lombok secara global. Desain hijab dan baju muslim rancangannya mengangkat desain yang simple tapi menawan dengan perpaduan aplikasi kain tenun yang menyatu.

“Koleksi saya nanti mengangkat tema Mandalika yang merupakan nama seorang putri dari cerita rakyat masyarakat Lombok. Koleksinya berkarakter simpel dan elegan yang akan didominasi warna abu-abu, putih dan pastel dengan potongan longgar," terangnya.

5 dari 5 halaman

Whulandari Herman

Putri Indonesia 2013 Whulandari Herman juga terjun dalam bisnis tenun di butik yang dimilikinya. Bahkan butik itu sudah ada di Filipina. Whulan mengaku dirinya tetap konsisten membawa unsur kain tenun pada koleksi di butik miliknya.

“Karena aku tahu dunia kerjaanku singkat sekali dan bingung selanjutnya mau ngapain, jadi aku melakukan apa yang dekat dengan dunia aku, kayak bisnis baju, salon, atau spa,” tandas Whulan.

Bahan tenun dari Indonesia itu mendapat sambutan yang sangat antusias oleh konsumen butik di Flipina. Selain cantik, kain itu memang tidak ada di negara tersebut.

“Karena aku pakai bahan sendiri, seperti bahan ikat, tenun, kan mereka enggak ada yang seperti itu disana, jadi mereka sangat antusias banget, dan suka banget sama koleksi baju aku di sana,” cerita Wulan bangga.

Loading