6 Musisi Jepang yang Sembunyikan Wajahnya

Terdapat beberapa band atau musisi Jepang yang selama berkarier menyembunyikan wajahnya. Siapa saja mereka?

Diterbitkan 06 Maret 2015, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo Penampilan merupakan salah satu penunjang utama bagi para musisi agar lagu-lagu yang dijualnya semakin laris. Tentunya, para penggemar juga memperhatikan wajah setiap musisi atau personel dalam sebuah band.

Namun, ada beberapa musisi yang justru malah menutup atau enggan memperlihatkan wajahnya secara eksplisit selama beraksi dalam sebuah videoklip atau di atas panggung. Hal itu pun membuat para penggemar tak mengenali mereka saat sedang berada di tempat umum.



Konsep seperti itu juga dilakukan oleh beberapa musisi Jepang. Jika di Amerika kita mengenal hal tersebut dilakukan oleh band metal seperti Slipknot maupun Mushroomhead, maka di Jepang terdapat beberapa musisi yang juga enggan menmperlihatkan wajahnya.

Bahkan, beberapa musisi Negeri Sakura itu justru mengusung aliran pop. Lantas, siapa saja musisi Jepang yang gemar menyembunyikan wajahnya saat tampil di publik? Simak deretan selengkapnya di halaman berikut.

Fact

Fact

Mengusung aliran musik hardcore, Fact berdiri sejak 1999 dan terdiri dari Hiro (vokal), Kazuki (gitar), Takahiro (gitar), Tomohiro (bas, vokal), Eij (drum). Pada 2012, mereka merekrut Adam (gitar) untuk menambah keramaian musik.

Sejak terbentuk hingga sekarang, Fact tidak pernah menampakkan wajahnya ke hadapan fans secara eksplisit. Bahkan mereka kerap menggunakan topeng kuno berwarna putih berbentuk wajah aktor kabuki.



Seiring berjalannya waktu, mereka mulai melepas topengnya di beberapa videoklip. Akan tetapi, seluruh personelnya mengenakan topi atau berada di lokasi yang gelap supaya wajahnya masih tersamar selama mereka beraksi.

Man with a Mission

Man with a Mission

Band Jepang satu ini boleh dibilang paling unik di jagat musik rock Jepang. Pasalnya, seluruh personel Man with a Mission menyembunyikan wajahnya tidak dengan topeng biasa. Melainkan, mereka menutup seluruh kepala mereka dengan topeng serigala.

Tak hanya itu, wajah setiap topeng serigala pun bervariasi untuk masing-masing personel. Ada yang menjulurkan lidah, ada yang tertawa, ada juga yang terlihat sangat ramah.

Sedikit perkenalan, Man with a Mission terbentuk di Shibuya sejak 2010 dengan mengusung musik dance dan rap rock. Nama-nama julukan di balik topeng serigala ini cukup aneh, mereka adalah Tokyo Tanaka (vokal), Kamikaze Boy (bass), Jean-Ken Johnny (vokal/gitar), DJ Santa Monica(DJ), dan Spear Rib (drum).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Beat CrusadersPenggemar berat musik Jepang tentu sangat  mengenal Beat Crusaders yang berdiri sejak 1997 lalu itu. Sempat berganti-ganti personel, formasi terakhir mereka diisi oleh Toru Hidaka (vokal, gitar), Masahiko Kubota (bas), Taro Kato (gitar), Hirofumi Yamashita (drum), dan Keita Tanabe (keyboard).Selama kemunculannya dalam rangka mempromosikan karya baru, wajah seluruh personel Beat Crusaders selalu ditutup oleh topeng dengan gambar menyerupai wajah mereka masing-masing yang dicetak oleh printer dot-matrix.Sayangnya, band rock yang kerap menggunakan bahasa Inggris di lagu-lagunya dan semakin populer setelah mengisi lagu untuk anime Beck ini, bubar pada 2010 silam dengan meninggalkan lebih dari 10 buah album.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan