
Pertempuran yang melelahkan akhirnya membawa Kenshin ke sebuah titik awal bahwa ia harus bisa menjadi lebih kuat lagi agar bisa mengalahkan Shishio dan membawa Jepang ke sebuah era damai tanpa adanya peperangan.
Sesuai dengan beberapa trailer yang sudah ditayangkan beserta poster yang disatukan dengan film selanjutnya, bagian akhir dari Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno dibuat menggantung agar para penonton penasaran untuk menyaksikan film ketiga, Rurouni Kenshin: The Legend Ends (Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo-hen).
Berikutnya>>
Keseluruhan Film
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/707075/original/samurai-x-bqjjimycyaapz6n.jpg-large.jpeg)
Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno memiliki banyak unsur yang lebih baik dan seru ketimbang film pertamanya. Watak seluruh karakter baik itu yang sudah muncul di film pertama maupun baru tampak di film kedua, terasa pas ketika menggabungkan karakteristik manusia asli dan komik sekaligus.
Tak hanya itu, Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno juga memiliki banyak adegan pertarungan yang terlihat lebih realistis. Meskipun banyak pakem samurai yang diabaikan di beberapa adegan pertarungan, namun gerakan setiap karakternya terlihat sangat luwes.

Kostum yang ada di dalam film juga terlihat lebih keren tanpa harus membuang corak asli di dalam manga maupun anime yang memang sudah menjadi ciri khas karakternya masing-masing.

Untuk urusan konspirasi politik, film ini juga mampu memberikan warna yang cukup bisa dinikmati tanpa harus terlalu menyelami permasalahan politik kala itu. Sehingga, penonton pun tidak pusing dibuatnya.
Selain itu, bisa dikatakan pula bahwa Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno adalah film terbaik yang pernah dimainkan oleh Takeru Sato. Aktingnya yang memukau selama menjadi Kenshin, mengalahkan perannya di beberapa film Kamen Rider Den-O (2007-2008) serta Beck (2010).

Meskipun nuansa ending film yang disajikan menyerupai pergerakan alur cerita The Hunger Games: Catching Fire, The Matrix Reloaded, serta The Hobbit: The Desolation of Smaug, akan tetapi Rurouni Kenshin tetap memiliki ciri khasnya tersendiri. Salah satunya adalah memunculkan karakter baru yang akan memiliki peranan penting di film ketiga nanti.
Sayangnya, masih ada sedikit kekurangan dalam Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno, seperti perkembangan alurnya yang terkesan lambat serta akting beberapa pemain yang dirasa berlebihan. Bumbu komedi di dalam film pun kurang bisa membuat kita terbahak-bahak, dan penempatan beberapa cerita yang juga ada di dalam manga terlalu dipadatkan. Namun, hal-hal tersebut tidak merusak inti cerita serta keseruan film ini.

Anda bisa menyaksikan film ini bersama keluarga maupun teman di bioskop Blitzmegaplex terdekat. Sehingga, bagi para penggemar film laga Asia, terutama film Jepang, Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno menjadi salah satu judul yang wajib tonton sepanjang 2014 ini.(Rul/Fei)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737924/original/057156500_1410870351-ruroken-maxresdefault.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)