Sukses

Puti Chitara, Penyanyi Pop Tanah Air yang Berkiblat ke Jepang

Liputan6.com, Jakarta Aliran pop memang selalu menjadi pilihan bagi setiap musisi dalam berkarya. Namun apa jadinya jika musik pop bergaya klasik dibuat sedemikian rupa hingga menjadi terdengar manis? Penyanyi wanita Puti Chitara mampu melakukan hal itu.

Penyanyi kelahiran Kelantan, Malaysia ini, memilih jalur pop dengan gaya bermusiknya yang unik. Instrumen piano pun menjadi pilihan utamanya dalam membuat lagu-lagu ciptaannya sendiri.

Diakui juga oleh wanita yang lahir pada 16 Juni 1987 itu, bermusik telah menjadi salah satu keinginan terbesarnya sejak ia masih sekolah. "Aku sudah membuat lagu sejak masih sekolah. Bahkan ada beberapa yang akhirnya dimasukkan ke dalam album perdanaku, Sarsaparilla Dream," ungkapnya saat diwawancarai oleh Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta pada Senin (1/9/2014) lalu.



Bakat musik Puti Chitara sudah terlihat sejak masih kecil, pasalnya ia mengaku sudah jatuh cinta dengan instrumen piano saat berusia lima tahun. Bahkan, Puti yang menghabiskan masa SD di Malaysia ini, mengaku tidak bisa mengeksplorasi musik secara bebas karena daerah tempatnya tinggal, mengharamkan musik untuk kalangan tertentu.

Setelah tiba di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMP dan SMA, ia baru bebas berkarya hingga terciptalah beberapa lagu yang kini terdapat di album Sarsaparilla Dream.

Setelahnya, Puti melanjutkan kuliah di Jepang dan sempat berkiprah sebagai musisi di sana hingga nyaris bergabung dengan label ternama Jepang seperti Sony dan Avex. Setelah itu, ia pun kembali ke Indonesia untuk lebih serius mematangkan karya-karyanya.

Selanjutnya>>

2 dari 2 halaman

Pengaruh Musik Puti Chitara

Pengaruh musik Jepang juga sangat kental di dalam karya-karya Puti. "Aku sangat menyukai Yoko Kanno dan Utada Hikaru. Menurutku, aransemen musik Jepang itu unik dan beda. Musisinya bisa mencampur unsur klasik dan pop hingga terkesan mewah. Beberapa lagu anime juga menjadi inspirasiku, ujarnya"

Pengagum Lana Del Rey dan The Carpenter ini selalu mendapat inspirasi membuat lagu saat melihat pemandangan. Ia juga memiliki mimpi besar untuk bisa tampil di panggung Budokan dan membuat sebuah karya bersama Mocca serta Endah N Resha.

Keunikan lagu-lagu milik Puti Chitara adalah liriknya yang selalu menggunakan bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. "Bahasa Indonesia itu susah. Apalagi kalau harus menulis dengan baik dan benar. Aku juga lahir dan besar di Malaysia, lalu ke Jepang dengan menggunakan bahasa Jepang dan Inggris. Jadi, aku merasa kemampuan bahasa Indonesiaku masih kurang bagus, pungkasnya"



Debut album Puti Chitara berjudul Sarsaparilla Dream, dirilis pada 20 Maret 2014 di bawah bendera Demajors Independent Music Industry dengan jumlah 10 buah lagu. Di situ, ia dibantu oleh rekan-rekannya, yaitu Satria (guitar), Bona (bass), Adi Setyawan (biola), dan Fikri (perkusi).

Tembang-tembang yang menjadi andalah Puti antara lain adalah Sarsaparilla Dream dan Universe. Di dalamnya juga terdapat lagu-lagu pop bernuansa manis lainnya seperti Faster Than the Wind dan Silly Dolly.(Rul/Feb)