Sukses

Oka Antara dan 5 Film Terbaiknya

Liputan6.com, Jakarta Bagi penggemar film nasional, sosok Oka Antara tentunya sudah bukan aktor yang asing lagi.

Terlebih setelah memasuki 2014 dimana pria kelahiran Jakarta 8 Juli 1980 tersebut meraih banyak tepuk tangan berkat keterlibatannya di dua film besar yakni Killers dan The Raid 2: Berandal.

Diakui Oka sendiri, sejak terjun ke dunia film pada 2006 lalu, ia memang tak pernah pilih-pilih genre. Pertimbangannya pun lebih tertuju kepada kualitas ketimbang genre yang diusung.

Tak heran, hingga saat ini, berjejer 11 film lintas genre yang sudah dilakoninya.

Nah, jika anda penasaran dengan sepak terjang Oka, berikut 5 film yang kami anggap paling mewakili talenta aktingnya:

2 dari 6 halaman

Gue Kapok Jatuh Cinta

1.Gue Kapok Jatuh Cinta

Lahir di tahun 2006, film Gue Kapok Jatuh Cinta sukses menjadi debut pertama Oka di layar lebar. Meski harus berbagi peran dengan empat pemain lain yakni Teuku Wisnu, Stan Lee, Big Dicky, dan Dude Harlino, apa yang disuguhkan Oka di film ini sukses menjadi pembuktian akan potensinya untuk berkarir di layar lebar.

Aktingnya pun semakin terasah ketika dirinya tampil di enam film lain yakni Dunia Mereka, The Shaman, dua film garapan Hanung Bramantyo (Ayat-Ayat Cinta dan Perempuan Berkalung Sorban), Queen Bee, hingga Hantu yang banyak dipuji penikmat horor berkat alur dan gaya berceritanya yang fresh.

3 dari 6 halaman

Hari untuk Amanda

2. Hari untuk Amanda

Salah besar jika anda memilih untuk tak menonton film ini. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, film yang dirilis pada 7 Januari 2010 itu berhasil menampilkan chemistry yang menarik antara Oka Antara, Fanny Fabriana, dan Reza Rahardian.

Ceritanya sendiri berfokus pada sosok Hari (Oka Antara) yang tiba-tiba dikagetkan oleh undangan pernikahan sang mantan, Amanda (Fanny Fabriana) yang kini telah move on dan bersiap memulai hidup baru dengan Dody (Reza Rahardian).

Akhirnya, lewat alur cerita yang tak dibuat berlebihan, penonton akan terhanyut oleh kerja keras Hari dalam mengingatkan Amanda soal cinta mereka yang pernah menggebu-gebu. Tak heran, selain mendapat banyak pujian, film ini juga sukses diganjar delapan nominasi Piala Citra 2010 untuk Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik hingga Film Terbaik.

4 dari 6 halaman

Sang Penari

3. Sang Penari

Semakin kesini, akting Oka Antara boleh dibilang terlihat semakin matang. Hal itu dibuktikannya saat ia bermain di film Sang Penari karya sutradara Ifa Isfansyah.

Diadaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk tahun 1982 karya Ahmad Tohari, Sang Penari menceritakan kisah cinta tragis seorang pemuda desa dengan penari ronggeng baru di sebuah desa di Banyumas pada era 60-an dimana situasinya masih dipenuhi gejolak politik.

Di film ini, tak hanya kembali memperlihatkan chemistry yang apik dengan Prisia Nasution, logat Banyumas yang dipakainya pun terlihat meyakinkan.

Sang Penari akhirnya berhasil memenangkan empat dari sepuluh nominasi Festival Film Indonesia 2011. Mulai dari Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik (Dewi Irawan) hingga Film Terbaik sebagai penghargaan tertinggi di ajang tersebut.

5 dari 6 halaman

Killers

4. Killers

"Aktor Indonesia pasti punya mimpi main film yang beda, nggak mungkin romantis terus atau religi terus. Gue juga begitu. Setelah selesai justru pengin coba yang lain,"

Komentar ini sempat dilontarkan Oka ketika ia menjajal sebuah genre yang belum pernah ia lakoni sebelumnya. Tak lagi bermain sebagai karakter baik-baik, Oka nekat mengubah imejnya lewat peran seorang pembunuh.

Ya! Dalam film bertajuk Killers ini, Oka berperan sebagai Bayu, seorang pencari berita politik yang sisi gelapnya bangkit setelah melihat video pembunuhan karya psikopat bernama Nomura (Kazuki Kitamura).

"Sebenarnya kisahnya Bayu kisah semua orang, tapi alurnya unik. Abnormal saja, jurnalis membunuh dengan kekerasan," pungkas Oka.

Hasilnya, tak hanya masuk jajaran sepuluh besar film Indonesia terlaris di 2014, Killers juga sukses jadi salah satu suguhan paling menarik di ajang Festival Film Sundance 2014.

6 dari 6 halaman

The Raid 2: Berandal

5. The Raid 2: Berandal

Tampil sebagai suguhan teranyar dari Merantau Film di 2014, film The Raid 2: Berandal sukses membuat kagum para penggemar film laga baik di dalam maupun di luar negeri.

Selain memperlihatkan duel pencak silat yang sama menakjubkan dengan film pertamanya, film ini pun turut melambungkan nama Oka yang kebagian peran sebagai Eka, seorang pengawal Mafia.

Pasalnya, tak kalah dengan apa yang ditampilkannya di film Killers, di film ini Oka juga menyuguhkan beberapa aksi laga yang mampu membuat penggemarnya berdecak kagum. Salah satunya adalah adegan kejar-kejaran mobil yang dilakukannya bersama para pemain lain.

Bahkan, saking terlihat real-nya adegan tersebut, beberapa fans dari luar negeri berani menjuluki adegan tersebut sebagai adegan kejar-kejaran mobil terhebat yang pernah ada.

Oka sendiri mengaku sempat panik saat mengetahui kalau harus melakoni adegan tersebut.

"Gua saat itu sempet panik juga, sempet bolak-balik tanya. "Yakin nih, gua yang bawa? itu khan mobil mahal," tapi untungnya, semuanya bisa berjalan dengan lancar." pungkas Oka.

Lantas, genre apalagi nih yang bakal dicoba Oka? Kita tunggu saja gebrakan-gebrakan dia berikutnya.(Feb/Rul)

"Aktor Indonesia pasti punya mimpi main film yang beda, nggak mungkin romantis terus atau religi terus. Gue juga begitu. Setelah selesai justru pengin coba yang lain," katanya. - See more at: http://showbiz.liputan6.com/read/795171/oka-antara-berharap-bisa-berkarir-internasional#sthash.GybGN7yl.dpuf5. The Raid 2: Berandal