Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham global bergerak variasi pada perdagangan Jumat, (9/10/2026). Hal ini karena kekhawatiran mengenai profitabilitas kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), ketidakpastian seputar kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membebani sentimen investor.
Mengutip Anadolu, Jumat pekan ini keraguan mengenai apakah perusahaan artificial intelligence (AI), OpenAI dapat mencapai target pendapatan tahunan yang diprediksi turut menambah kekhawatiran terhadap prospek sektor teknologi.
Investor kini menantikan musim laporan keuangan perusahaan yang dimulai pekan depan untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai kinerja keuangan sektor tersebut.
Advertisement
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah terus memengaruhi harga minyak meskipun negosiasi antara AS dan Iran yang dimediasi oleh negara-negara kawasan masih berlangsung.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis menuturkan, Washington tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan umum paruh waktu pada 3 November, sembari mengisyaratkan bahwa ia tidak berniat mencapai kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri konflik.
Trump menyebutkan jutaan barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap harinya dan mengklaim ekonomi serta militer Iran telah hancur lebur.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal di jalur perairan strategis itu, sementara Badai Isaias mengganggu pasokan minyak di sepanjang wilayah Pesisir Teluk AS.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember sempat melampaui angka US$ 104 per barel pada Kamis sebelum turun 1,4% menjadi US$ 102,80 pada Jumat.
Â
Prospek Suku Bunga The Fed Tetap Menjadi Sorotan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310802/original/042944500_1785370225-AP26210732350841.jpg)
Para pejabat Federal Reserve AS terus memberikan sinyal pengetatan moneter lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2% yang ditetapkan bank sentral.
Gubernur The Fed Christopher Waller, saat berbicara di Istanbul Economic Forum, mengisyaratkan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk menurunkan inflasi lebih cepat jika data ekonomi secara umum tetap sesuai dengan ekspektasi.
Presiden The Fed wilayah St. Louis, Alberto Musalem, juga menyatakan, kebijakan moneter perlu diperketat lebih lanjut guna mengembalikan inflasi ke tingkat target.
Sementara itu, tekanan jual di pasar obligasi pemerintah AS (Treasury) sedikit mereda setelah Departemen Keuangan menerima penawaran US$ 6 miliar atau Rp 107,50 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.920) dalam operasi pembelian kembali (buyback) yang melibatkan obligasi jangka panjang.
Imbal hasil (yield) obligasi Treasury acuan tenor 10 tahun turun sekitar lima basis poin pada Kamis menjadi 5,24% dan berada di level 5,22% pada Jumat. Indeks Dolar AS turun 0,1% pada Kamis ke level 102,1 dan kembali turun 0,1% pada Jumat ke level 102.
Harga emas naik 1,2% menjadi US$ 4.184 per ons, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi dan pelemahan dolar AS. Indeks saham AS dibuka lebih tinggi pada Jumat.
Â
Advertisement
Bursa Saham Eropa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458092/original/058728000_1621299694-BEL_david-vincent-7XcGC0S_6MA-unsplash__1_.jpg)
Sementara itu, pasar Eropa tertekan oleh imbal hasil obligasi dan biaya energi Pasar saham Eropa menghadapi tekanan jual pada Kamis di tengah kenaikan harga energi dan pelemahan pasar obligasi regional.
Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menyatakan sistem keuangan global tetap tangguh meskipun ketidakpastian meningkat, namun ia memperingatkan agar tidak terlena.
Berbicara di Istanbul Economic Forum, Bailey mengatakan para pembuat kebijakan harus bersiap menghadapi guncangan keuangan yang lebih besar, alih-alih menganggapnya sebagai peristiwa luar biasa.
Ia juga memperingatkan, peningkatan investasi terkait kecerdasan buatan (AI) dapat memaparkan ekonomi pada risiko baru, sementara potensi kontribusi teknologi tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi baru saja mulai terlihat.
Di Jerman, ekspor turun 0,8% secara bulanan pada Agustus di bawah perkiraan, sementara impor naik 0,9%.
Surplus perdagangan negara tersebut menyusut menjadi 19,5 miliar euro (US$ 21,9 miliar atau Rp 392,40 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.920 ). Ekspor ke AS turun 6,3% dibandingkan bulan sebelumnya.
Pemerintah Jerman menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 1,3% dari sebelumnya 0,5%.
Pada Kamis, indeks FTSE 100 Inggris turun 0,16%, FTSE MIB Italia turun 1,35%, DAX Jerman turun 1,18%, dan CAC 40 Prancis turun 0,51%.Indeks saham Eropa dibuka lebih tinggi pada Jumat.
Â
Bursa Saham Asia Melemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)
Pasar Asia sebagian besar melemah. Pasar saham Asia sebagian besar bergerak lebih rendah pada Jumat karena kenaikan biaya energi dan kekhawatiran mengenai profitabilitas AI meredam minat risiko.
Namun, saham-saham pertambangan emas mencatatkan kenaikan. Saham Zijin Gold International yang terdaftar di Hong Kong naik 5% dan Zhaojin Mining naik 3,45%.
Di China, saham Chifeng Gold naik 3,01%, sementara Shandong Gold naik 3%. Di Jepang, data yang dirilis pada Jumat menunjukkan belanja rumah tangga turun 3,1% secara tahunan pada Agustus.
Menjelang penutupan perdagangan, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,1% dan Shanghai Composite China turun 0,6%, sementara Hang Seng Hong Kong naik 1,2%. Pasar keuangan Korea Selatan tutup karena hari libur.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189139/original/057382300_1744757018-kopi_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757467/original/005489200_1778659932-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369023/original/010619500_1791458739-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif__dan_Bursa_Karbon_OJK_Hasan_Fawzi-8_Oktober_2026b.jpg)