Transaksi BYAN Tembus Rp 26,1 Triliun di Pasar Negosiasi

Harga saham BYAN di pasar negosiasi ditransaksikan Rp 2.588 per saham, sedangkan di pasar reguler tercatat Rp 12.600 per saham pada Rabu, (7/10/2026).

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 14:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Transaksi harian saham mencapai Rp 32,9 triliun pada perdagangan saham Rabu, (7/10/2026) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada sesi kedua. Adapun lonjakan transaksi harian saham itu terjadi seiring transaksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang signifikan di pasar negosiasi.

Berdasarkan data RTI pada pukul 14.32, transaksi harian saham BYAN di pasar negosiasi mencapai Rp 26,1 triliun. Harga saham BYAN turun 76,53% mencapai Rp 2.588 per saham dengan frekuensi perdagangan saham sebanyak tiga kali. Sedangkan volume perdagangan saham mencapai 100.840.883 saham. Di pasar negosiasi, harga saham BYAN berada di level tertinggi dan terendah Rp 2.588 per saham.

Di pasar regular, harga saham BYAN merosot 6,32% menjadi Rp 12.600 per saham. Saham BYAN dibuka stagnan di Rp 13.450 per saham. Harga saham BYAN berada di level tertinggi Rp 14.250 dan terendah Rp 12.500 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.103 kali dengan volume perdagangan saham 100.895.344 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,2 triliun.

Sementara itu, pada sesi kedua perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,71% menjadi 6.149,40. IHSG dibuka naik menjadi 6.210,41 dari penutupan sebelumnya 6.192,92. Sebanyak 393 saham melemah sehingga bebani IHSG. Akan tetapi, 228 saham menguat dan 163 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.148.705 saham dengan volume perdagangan saham 37,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 33 triliun.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi susut 1,45%, sektor saham basic melemah 1,1%, sektor saham industri terperosok 1,41% dan sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,30%.

Di sisi lain, sektor saham siklikal terpangkas 1,07%, sektor saham kesehatan merosot 0,52%, sektor saham keuangan turun 0,08%, sektor saham properti tergelincir 1,27%.

Lalu sektor saham teknologi terpangkas 0,11%, sektor saham infrastruktur melemah 0,84% dan sektor saham transportasi turun 0,67%.

Perjanjian Berubah, Perusahaan Haji Isam Bakal Ambil Alih 10,08 Miliar Saham BYAN

Sebelumnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan penandatanganan perubahan perjanjian beli saham bersyarat pada Senin, 5 Oktober 2026 dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (6/10/2026), Perseroan mengatakan telah menerima surat-surat pemberitahuan lebih lanjut pada 5 Oktober 2026 yang menyampaikan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama telah menandatangani perubahan terhadap perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) pada 1 Oktober 2026.

Perubahan itu mencakup pembaruan atas jumlah saham biasa perseroan yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama yakni dari semula sebanyak 10.000.000.5000 saham biasa menjadi 10.084.088.370 saham biasa perseroan.

“Pelaksanaan dan penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Sebelumnya berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada 17 September 2026, berdasarkan surat-surat pemberitahuan yang diterima perseroan, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama.

Perseroan menyatakan setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, pembeli akan memiliki 10.084.088.370 saham biasa perseroan.

“Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat menganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.