Direktur VKTR Beli 15 Juta Saham di Harga Rp 720

Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Bimo Kurniatmoko kini memiliki 0,03% saham VKTR.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Bimo Kurniatmoko membeli 15 juta saham VKTR pada akhir September 2026. Aksi beli saham VKTR ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (6/10/2026), Direktur VKTR Teknologi Mobilitas Bimo Kurniatmoko membeli 15.000.000 saham VKTR dengan harga Rp 720 per saham. Dengan demikian nilai transaksi pembelian saham mencapai Rp 10,80 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham, Bimo memiliki 15.000.000 saham VKTR atau setara 0,03%. Sebelumnya, ia belum memiliki saham VKTR.

Sebelumnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menawarkan maksimal 15 miliar saham dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu maksimal 25,53% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Perseroan menawarkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 200 per saham. Dengan demikian, perseroan akan meraup Rp 3 triliun dari rights issue.

Adapun setiap pemegang 35 saham biasa atas namanya yang tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 8 Oktober 2026 mendapatkan 12 HMETD.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai pemegang saham utama menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya sesuai porsi pada tanggal DPS.

Pemegang saham utama perseroan yakni BNBR akan mengalihkan seluruh HMETD kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI akan melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan BNBR sejumalh 3.660.631.994 saham dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham atau setara Rp 732,12 miliar.

Pembeli Siaga

Apabila setelah alokasi rights issue masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham dengan total maksimal 11.339.368.006 saham.

Jumlah itu setara dengan Rp 2,26 triliun. Rinciannya BCI akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan menyerap saham maksimal 3,08 miliar saham atau Rp 617,87 miliar. Sedangkan BIS akan menyerap 8,25 miliar saham atau Rp 1,65 triliun.

Bagi pemegang saham yang tidak menyerap hak-nya dalam rights issue akan mengalami penurunan atau dilusi maksimal 25,53%.

Perseroan akan memakai dana rights issue sekitar 66,86% akan disalurkan melalui setoran modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI), anak perusahaan yang bergerak dalam bidang aktivitas perdagangan besar mobil bekas dan penyewaan dan sewa guna usaha kendaraan bermotor. Dana itu akan digunakan sebagai modal kerja untuk pembelian kendaraan listrik yang akan dilakukan pada 2026-2027.

Sedangkan sisanya akan dipakai untuk modal kerja perseroan dalam memenuhi kebutuhan operasional yakni biaya administrasi umum, pembelian persedian untuk penjualan bus listrik, truk listrik, transporter listrik dan forklift listrik serta biaya lainnya.