Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) akan membeli kembali atau buyback saham maksimal Rp 500 miliar. Buyback saham dilakukan pada 12 Juni 2026-11 September 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (12/6/2026), Perseroan menggelar buyback saham dengan memakai kas internal. Buyback saham dilakukan seiring kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan pada 2026 (buyback 2026).
Pelaksanaan buyback saham dan jumlah keseluruhan saham hasil buyback atau treasury stock yang dimiliki perseroan tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Advertisement
Pelaksanaan buyback 2026 dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku antara lain:
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.13 tahun 2023 tanggal 14 Juli 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kodisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.29 tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan Terbuka (POJK 29/2023);
3. Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 tentang Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan.
“Buyback 2026 akan dilaksanakan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan POJK 13/2023 dan 29/2023,” demikian seperti dikutip.
Buyback 2026 akan dilakukan melalui bursa efek sesuai ketentuan yang berlaku dan akan dilaksanakan melalui satu anggota bursa efek. Adapun saham hasil buyback 2026 akan digunakan untuk program kepemilikan saham pekerja dan atau direksi dan dewan komisaris yang dapat dilakukan pengalihan setelah mendapatkan persetujuan RUPS.
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Bank Bertahan di Era Digital
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
Sebelumnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai akan semakin menentukan arah industri perbankan ke depan. Di tengah perubahan perilaku nasabah dan pesatnya perkembangan ekosistem digital, bank dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Hery Gunardi, saat menjadi pembicara dalam sesi Business Talks pada ajang Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Sabtu (23/5).
Menurut Hery, industri perbankan saat ini tidak lagi hanya mengandalkan jaringan kantor cabang atau layanan fisik. Perubahan teknologi telah mendorong model bisnis perbankan bergerak menuju layanan yang semakin terintegrasi dengan aktivitas digital masyarakat sehari-hari.
Ia menjelaskan, transformasi tersebut turut mengubah pola interaksi nasabah, saluran distribusi layanan, hingga tingkat persaingan di sektor keuangan yang kini semakin mengandalkan kekuatan ekosistem digital.
Advertisement
Evolusi Perbankan dari Cek hingga Digitalisasi
Menurut Hery, perbankan terus berubah dan mengalami evolusi. Ia lantas mengutip penjelasan penulis terkemuka Brett King yang banyak menulis soal perbankan. Pada era bank 1.0, layanan dasar bank adalah transaksi hanya menggunakan cek dan giro. Kemudian era bank 2.0 di mana muncul penggunaan automatic teller machine (ATM) yang dapat melayani nasabah 7x24 jam.
"Kemudian bank 3.0 itu adalah terkait juga dengan internet banking. Jadi nasabah mungkin tidak perlu lagi datang ke cabang bank misalnya, bagi nasabah korporasi, mereka bisa melakukan transaksi dari kantor dengan internet banking," kata Hery.
"Nah yang keempat ini adalah financial technology, fintech dan juga digitalisasi. Nah digital ini memang sudah mengubah perilaku nasabah-nasabah yang ada di Indonesia terutama dan juga yang ada di luar negeri misalnya," lanjutnya.
Digitalisasi di sektor perbankan berjalan sangat cepat, momen pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu turut mempercepat proses tersebut. "Itu nasabah kan tidak bisa datang ke cabang. Jadi yang tadinya gaptek (gagap teknologi), tidak bisa menggunakan mobile banking, terpaksa menggunakan mobile banking, karena tidak bisa datang ke ATM, tidak bisa datang ke cabang, tidak bisa transaksi di teller dan seterusnya," ujar Hery.
"Nah apa yang dilakukan bank, menurut Brett King, bank is a technology company with a banking license. Sebenarnya bank itu technology company," ujar Hery. Jadi artinya, lanjut dia, dengan kondisi seperti ini, perbankan tidak akan bisa melawan perkembangan zaman.
"Ini adalah satu keharusan bahwa kita harus mentransformasi diri, mengubah diri. Bukan hanya digitalisasi, bukan hanya otomasi, tetapi juga terkait dengan sekarang ada AI dan Gen AI. Jadi kalau itu tidak diubah, kita tidak lagi mengikuti tren ini, bank itu akan ditinggalkan oleh nasabahnya," kata Hery.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321533/original/044296500_1786447580-cek_fakta_program_magang_nasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3485405/original/002293900_1623919505-briWhatsApp_Image_2021-06-17_at_15.42.45.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4430078/original/001769200_1684234092-Hari_ini_IHSG_ditutup_melemah-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225850/original/059281600_1747719402-Intel.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672919/original/054144500_1782713040-IMG-20260629-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)