Sukses

Shutdown AS, Obama Memperingatkan Wall Street

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan Wall Street mengenai dampak penghentian sementara operasional pemerintah Amerika Serikat (shutdown).

"Kali ini Wall Street harus peduli. Ketika Anda dalam situasi dengan faksi yang bersedia default pada kewajiban Amerika Serikat maka kita berada dalam kesulitan," ujar Obama, demikian mengutip CNBC, Kamis (3/10/2013).

Dalam wawancara dengan CNBC, Obama mengungkapkan kekesalannya terhadap faksi partai Republik. Kebuntuan pembicaraan anggaran antara Kongres dan Senat tidak hanya mengancam fungsi pemerintahan, tetapi kesehatan ekonomi secara lebih luas.

"Saya gemas dengan gagasan bahwa jika saya mengatakan 20 juta otang, Anda tak bisa memiliki asuransi kesehatan, mereka tidak akan membuka kembali pemerintah, itu tidak bertanggung jawab," ujar Obama.

Obama menambahkan, orang Amerika Serikat lelah, dan bisnis pun lelah dengan kerumitan yang terjadi. Ia pun tidak akan membuat keputusan berdasarkan pada kinerja pasar saham. Obama menegaskan, kebuntuan saat ini dapat memiliki dampak besar kepada bisnis.

"Hal ini penting untuk mengakui bahwa ini memiliki dampak besar pada perekonomian kita, karyawan dan pemegang saham mereka." kata Obama.

Selain itu, Obama menegaskan, shutdown ini tidak menghalangi usahanya untuk mencari pimpinan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menggantikan Ben Bernanke. "Ben masih ada, dia melakukan pekerjaan yang baik. Calon utama harus mengawasi inflasi dan lapangan kerja," tutur Obama. (Amh/Igw)